BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tim SAR gabungan hingga saat ini masih berupaya mencari keberadaan korban tenggelam KM Nusantara Dholpom (ND) 1.
Kamis (23/6) merupakan hari ketiga pencarian dan evakuasi, mereka akan langsung turun pencarian ke tempat kejadian perkara (TKP) sekitar 15 mil dari Tanjung Puting.
"Hari yang kedua kita melakukan pencarian, namun tak satupun petunjuk kami temukan. Besok kami akan langsung menuju ke TKP untuk mencari keberadaan bangkai kapal," kata Danposal Kumai, Letda J Arifin.
Ia menjelaskan, pencarian langsung ke TKP itu berdasarkan hasil rapat Tim SAR gabungan yakni Lanal Kumai, Polairut Polda Kalteng, Basarnas Kobar dan BPBD Kobar.
Meski begitu, pihaknya tetap harus memperhatikan kondisi cuaca di lokasi yang sering tiba-tiba berubah secara ekstrim.
"Kami berharap cuaca mendukung. Secepatnya harus bisa ditemukan, takutnya bangkai kapal akan semakin jauh terbawa arus laut," jelas Arifin.
Selain itu, lanjut Danpos, untuk usaha pencarian kemarin, pihaknya melakukan penyisiran di bibir-bibir pantai. Tim berpencar terbagi beberapa kelompok, melakukan pencarian menggunakan speed boat saja.
"Karena kapal yang biasa kita pakai, untuk hari ini kita istirahatkan dulu. Persiapan pencarian ke TKP kapal tenggelam besok, yang jaraknya jauh sekitar 15 mil dari Tanjung Puting," ucapnya.
Ia berharap dukungan doa dari masyarakat, agar kedua korban itu bisa ditenukan. Dan saat ini anggota tim harus menjaga kondisi yang sedang menjalani ibadah puasa. "Para penyelam kita istirahatkan dulu hari ini, untuk melakukan tugasnya besok," imbuhnya.
Sementara itu 11 kru kapal tenggelam yang selamat saat ini masih dalam kondisi trauma dan diharuskan berisitirahat. Untuk tanggungjawab pemulangan dan pengobatan para kru yang selamat itu, akan ditanggung semuanya oleh pemilik kapal.
"Iya, semua tanggungjawab pemilik kapal. Nanti pemilik kapalnya akan datang ke sini," kata agen kapal M Helmi. (CECEP HERDI/m)








