MEDAN –
**Borneonews**, Medan - Perum Bulog Kanwil Sumatera Utara (Sumut) menegaskan kesiapan mereka untuk menyerap hasil dari program pompanisasi yang dirancang untuk penambahan areal tanam sawah di wilayah ini. Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumut, Arif Mandu, mengungkapkan dalam sebuah pernyataan di Medan bahwa program tersebut menawarkan solusi terbaik, terutama pada musim kemarau, untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Arif menjelaskan bahwa program pompanisasi ini tidak hanya berfokus pada penambahan areal tanam, tetapi juga digabungkan dengan inisiatif optimasi lahan rawa serta tumpang sisip padi gogo. Ia berharap bahwa dengan adanya program ini, produktivitas hasil pertanian di Sumut akan meningkat secara signifikan di masa mendatang. Dalam kesempatan yang sama, Arif memberikan informasi mengenai penjualan hasil pertanian lokal yang dilakukan oleh Bulog Sumut. Saat ini, Bulog telah menjual sekitar 17.000 ton hasil petani lokal, yang sebagian besar merupakan beras komersil. Menurut Arif, mereka akan tetap mendukung pembelian hasil pertanian ini, dengan berpegang pada Harga Pokok Penjualan (HPP) yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp11.000 per kilogram. Hal ini berarti bahwa harga tidak akan turun di bawah Rp11.000, dan jika harga di atas itu, maka akan lebih menguntungkan bagi petani. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah menyelesaikan program pompanisasi untuk penambahan areal tanam yang ditargetkan seluas 49.704 hektare hingga bulan September. Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumatera Utara, Muhammad Juwaini, menyatakan bahwa pencapaian program pompanisasi sudah mencapai target yang ditentukan. Ia juga menambahkan bahwa setelah pencapaian target tersebut, penanaman padi diharapkan dapat dimulai pada bulan September 2024. Untuk diketahui, program pompanisasi ini mencakup 33 kabupaten dan kota di Sumut, di antaranya adalah Kabupaten Deli Serdang dengan potensi lahan tadah hujan sebesar 3.822 hektare, Kabupaten Labuhanbatu Utara dengan 11.610 hektare, serta Kabupaten Labuhanbatu yang memiliki potensi 14.927 hektare dan Padang Lawas Utara dengan 7.519 hektare. Selanjutnya, target penambahan areal tanam di Sumut untuk bulan Agustus hingga September ini diharapkan mencapai 97.000 hektare. Rincian dari target tersebut mencakup optimasi lahan rawa seluas 30.442 hektare, program pompanisasi seluas 49.704 hektare, dan tumpang sisip padi gogo seluas 17.148 hektare. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi sektor pertanian di Sumatera Utara dengan meningkatkan areal tanam serta hasil pertanian secara keseluruhan. ANTARA