SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sebanyak 5 ekor beruang madu meresahkan warga di Gang Burnia Raya, Jalan Lingkar Utara, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Hal tersebut membuat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit bertindak memasang perangkap untuk menghindari konflik beruang dengan manusia. 

"Warga atas nama Burhan melaporkan kemunculan beruang diperkirakan berjumlah 5 ekor terdiri dari 1 Jantan besar, 1 induk besar dan 3 ekor anak," kata Komandan BKSDA Resort Sampit Muriansyah, Minggu, 18 Agustus 2024.

Laporan tersebut ia terima pada Jumat, 16 Agustus 2024. Kemudian dirinya langsung melakukan observasi sehari setelah laporan diterima. 

Muriansyah melakukan giat observasi lokasi kemunculan dan gangguan Beruang Madu Sabtu, 17 Agustus 2024 pukul 13.00-15.00 WIB.

--page

Melalui observasi tersebut BKSDA Sampit menemukan jejak kemunculan beruang melalui kerusakan tanaman. Beruang merusak dan memakan jenis nenas baik buah naupun umbutnya serta umbut kelapa dan sarang tawon.

"Kami menemukan 1 buah bekas sarang beruang di sebatang pohon dan menemukan cakaran di batang pohon," imbuhnya. 

Diduga sekelompok beruang tersebut muncil untuk mencari makan. Mengingat perilaku setiap tahun saat kemarau beruang mendekati kebun warga akibat kekurangan makan dan minum sekaligus menghindari api kebakaran di titik-titik hutan atausemak belukar yang tersisa.

Muriansyah memberikan pengarahan pada pelapor dan keluarga terkait perilaku beruang madu serta mengingatkan untuk berhati-hati saat beraktifitas di luar rumah terutama saat malam hari.

--page

"Karena beruang termasuk binatang noktulnal atau aktif saat malam hari. Kami akan memasang 2 unit perangkap beruang di lokasi tersebut besok," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)