JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Peneliti Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Riza Annisa Pujarama, mengemukakan pentingnya perhatian dari pemerintahan mendatang terhadap pembiayaan investasi pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya. Hal ini menjadi krusial agar tidak menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Riza menyampaikan bahwa perhatian terhadap investasi BUMN karya sangat diperlukan dalam rangka menjaga kestabilan dan keberlanjutan pembiayaan. Jika tidak dikelola dengan tepat, investasi ini dapat berpotensi menambah tekanan pada APBN, yang tentunya harus dihindari oleh pemerintah untuk menjaga kesehatan finansial negara. Dengan demikian, pengelolaan pembiayaan investasi BUMN karya perlu dirumuskan secara hati-hati dan strategis. Kebijakan yang diambil harus memastikan bahwa setiap investasi tidak hanya mendatangkan manfaat ekonomi jangka pendek, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam konteks ini, evaluasi terhadap proyek-proyek yang akan didanai menjadi semakin penting. Pemerintah perlu melakukan analisis mendalam terkait potensi risiko serta imbal hasil yang akan diperoleh dari investasi yang dilakukan oleh BUMN karya. Dengan memperhatikan hal tersebut, diharapkan investasi yang dilakukan dapat memberikan kontribusi positif tanpa membebani APBN secara berlebihan. Secara keseluruhan, alokasi sumber daya yang bijaksana dan transparansi dalam pengelolaan investasi BUMN karya menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi negara di masa mendatang. Riza menegaskan bahwa langkah-langkah ini bukan hanya untuk kepentingan jangka pendek, tetapi juga untuk kesejahteraan ekonomi jangka panjang masyarakat. ANTARA