JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan melakukan perombakan kabinet dengan melantik sejumlah menteri dan pejabat di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Senin mendatang.

Kabar mengenai perombakan kabinet ini mulai beredar di grup WhatsApp wartawan sejak malam hari pada hari Minggu. Hingga saat ini, belum ada pejabat pemerintah yang memberikan konfirmasi resmi mengenai isu tersebut.

Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, juga belum memberikan respon saat dihubungi untuk meminta keterangan lebih lanjut mengenai isu ini.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, dalam pernyataannya meminta wartawan untuk bersabar menunggu pengumuman resmi terkait perombakan kabinet ini. Ia menyatakan,

“Tunggu saja keterangan resmi,” ketika dihubungi di Jakarta, Minggu, 18 Agustus 2024.

Salah satu menteri yang diperkirakan akan terkena dampak dari perombakan kabinet adalah Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly. Yasonna sebelumnya menyatakan bahwa ia siap untuk di-reshuffle dari jabatannya. Ia menegaskan,

“Isu reshuffle adalah kewenangan sepenuhnya Presiden Indonesia. Am I ready or not? I am more than ready,” yang artinya, “Apa aku siap atau tidak? Aku sudah sangat siap.”

Pernyataan ini disampaikan oleh Yasonna pada hari Sabtu, 17 Agustus. Perombakan ini menandai langkah penting dalam strategi pemerintahan Jokowi menjelang tahun politik yang akan datang. Dengan adanya kabar ini, publik dan para pengamat politik kini menantikan perubahan apa yang akan terjadi di dalam kabinet.

ANTARA