MATARAM –
**Borneonews, Mataram** - Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hassanudin, mengajak masyarakat setempat untuk memanfaatkan Quick Response Code Indonesia Standar (QRIS) sebagai sarana transaksi pembayaran. QRIS dikenal sebagai metode pembayaran yang cepat dan terjamin keamanannya. Hassanudin menyatakan, pihak Pemerintah Provinsi NTB siap untuk mensosialisasikan dan mengkampanyekan penggunaan QRIS kepada masyarakat. "Kami (Pemprov NTB) siap mensosialisasikan dan mengkampanyekan penggunaan QRIS kepada masyarakat, karena sudah terjamin aman dan cepat," ujarnya saat membuka Pekan QRIS Nasional yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB melalui keterangannya di Mataram. Gubernur juga menekankan betapa pentingnya dukungan Pemprov NTB terhadap program Pekan QRIS Nasional 2024 yang dilaksanakan BI NTB. Hal ini merupakan wujud komitmen untuk terus berinovasi dalam memperluas ekosistem digital di sektor keuangan di Nusa Tenggara Barat. Kepala Kantor Perwakilan BI NTB, Barry Arifsyah Harahap, menambahkan bahwa pemanfaatan infrastruktur teknologi dan optimalisasi sumber daya manusia (SDM) digital di NTB menjadi kunci sukses dalam mendorong akselerasi digitalisasi di berbagai sektor. Di antaranya adalah sektor akomodasi makan dan minum, destinasi wisata, serta transportasi yang menggunakan QRIS. "Non tunai adalah masa depan ekonomi kita dan dengan adanya QRIS, kami berharap dapat memperluas ekosistem pembayaran non tunai," ungkap Barry. Bank Indonesia, menurut Barry, terus berupaya untuk meningkatkan jumlah pengguna dan volume transaksi QRIS. Ini dilakukan melalui optimalisasi pengalaman pengguna (user experience) serta pendalaman literasi digital masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait untuk menjaga keberlangsungan penggunaan QRIS dalam jangka panjang di Nusa Tenggara Barat. "Diharapkan, masyarakat dapat memahami beragam keunggulan transaksi pembayaran digital yang efisien, aman, dan handal, sekaligus meningkatkan literasi digital di kalangan masyarakat," kata Barry. ANTARA