**Borneonews**, Jakarta - Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Yusharto Huntoyungo, menekankan esensi peran Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dalam ketahanan nasional. Yusharto menyatakan bahwa harapannya adalah agar kawasan PLBN dapat tumbuh dan berkembang menjadi kekuatan dalam pengembangan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat yang berada di sekitar PLBN.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Yusharto saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun Ke-79 Republik Indonesia di PLBN Motaain, yang terletak di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Belu, Nusa Tenggara Timur, pada hari Sabtu. Upacara ini dihadiri oleh berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, Pemerintah Timor Leste, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Yusharto membacakan amanat dari Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, yang menyoroti tema Nusantara Baru Indonesia Maju. Salah satu poin penting dalam sambutan tersebut adalah mengenai peran strategis daerah perbatasan dalam menjaga ketahanan nasional serta kedaulatan negara.
Yusharto menambahkan bahwa kawasan PLBN diharapkan dapat dijadikan pintu ekspor nasional yang mampu membanjiri negara tetangga dengan berbagai komoditas hasil produksi dalam negeri. Untuk mencapai tujuan ini, menikmati rantai pasok logistik dari dalam negeri hingga wilayah perbatasan harus diperkuat secara berkesinambungan. Upaya peningkatan nilai tambah terhadap hasil produksi, termasuk kerajinan masyarakat di perbatasan serta pemasaran ke negara tetangga, juga perlu dioptimalkan.
Pemerintah yang akan datang diharapkan dapat menjadikan semangat masyarakat perbatasan sebagai beranda dan halaman depan negara, serta menjadi visi dalam pengelolaan perbatasan, ungkapnya.
Lebih lanjut, Yusharto menyampaikan bahwa salah satu kemajuan signifikan yang dihasilkan dari pembangunan di kawasan perbatasan adalah keberadaan 15 PLBN yang tersebar dari Provinsi Kepulauan Riau hingga Provinsi Papua Selatan. Kehadiran PLBN ini bukan hanya merubah penampilan fisik kawasan perbatasan menjadi lebih baik, tetapi juga membangkitkan semangat kebanggaan serta harga diri bangsa yang berbatasan dengan negara lain.
Pada kesempatan yang sama, Yusharto kembali menegaskan bahwa pengelolaan perbatasan negara merupakan perkara pemerintahan yang bersifat multifungsional dan kompleks. Oleh karena itu, pembangunan di kawasan perbatasan memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak, atau yang dikenal dengan istilah kolaborasi pentahelix.
Sebagai penutup, Yusharto mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama memperkuat komitmen dalam mewujudkan kesejahteraan yang merata di seluruh penjuru tanah air, sesuai dengan cita-cita para *founding fathers*. Bersama, kita wujudkan perbatasan yang kuat, sejahtera, dan menjadi kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia, tutupnya.
ANTARA
Peran Strategis PLBN dalam Ketahanan Nasional dan Ekonomi Nasional
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Indonesia Lampaui Target Emas Asian Para Games 2026
Rian/Daniel ke Final Kudus Indonesia Masters Usai Menang Tiga Gim
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
MILLS Luncurkan Koleksi Musim Panas 2027 Bertajuk Next Inheritance
Pangkoops: Dua Anggota KKB Tewas Saat Kontak Tembak di Nduga
Polisi Selidiki Pesawat Asian One Air Tergelincir di Intan Jaya
Komentar (0)
Memuat komentar…







