JAKARTA –
**Borneonews**, Badung - Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), mengakui bahwa selama dua periode kepemimpinannya, terdapat banyak pihak yang berusaha menghancurkan partai yang dipimpinnya. Dalam pidatonya saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 Partai Hanura di salah satu hotel di kawasan Badung, Bali, pada hari Minggu, 18 Agustus, OSO menyampaikan bahwa tantangan dan gangguan tersebut telah dihadapi dengan berbagai kemenangan oleh partai. Oesman menyatakan, "Suka dan duka telah kita lewati bersama-sama. Tantangan yang tidak mudah dan gangguan serta rongrongan yang ingin menghancurkan partai kita telah kita hadapi dengan kemenangan yang hingga saat ini." Meskipun demikian, dirinya tidak menjelaskan secara rinci mengenai pihak-pihak yang terbukti mengganggu stabilitas Partai Hanura. Pria yang sering disapa OSO itu pun mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat melewati gelombang konflik tersebut bersama dengan seluruh anggota Hanura. Ia menekankan bahwa kekompakan dan keutuhan semangat para kader menjadi faktor penting dalam keberlangsungan partai. "Hingga saat ini kita masih berdiri kokoh, seiring sejalan bersama," imbuhnya. Dalam kesempatan tersebut, OSO juga menegaskan bahwa Hanura kini tengah bersiap untuk melewati Munas yang akan membahas sejumlah topik penting, termasuk penentuan arah partai, penyusunan program kerja, serta pemilihan ketua umum yang baru. Harapan OSO adalah agar melalui Musyawarah Nasional yang diadakan tersebut, Hanura dapat memiliki arah haluan politik yang jelas dan mendapatkan ketua umum yang mampu memimpin partai ke arah yang lebih baik. "Partai Hanura yang selalu siap menghadapi segala tantangan, dalam setiap medan pertempuran," kata Oesman menegaskan komitmen partainya. Sebelumnya, Ketua Steering Committee Partai Hanura, Akhmad Muqowam, menyatakan bahwa hingga saat ini, belum ada nama lain yang diusulkan untuk maju sebagai ketua umum selain OSO. Ia menyebutkan, "Tapi sejauh ini yang merekomendasi usulan dari DPD dan DPC itu baru Pak OSO," di tempat dan waktu yang sama. ANTARA