BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Saat ini berolahraga bukan hanya dilakukan masyarakat untuk menjaga kesehatan semata.
Namun bisa dikatakan saat ini olahraga sudah merupakan bagian gaya hidup di Indonesia dan berbagai negara lain. Bahkan juga menjadi bagian dari eksistensi dan bisa digunakan menjadi personal branding diri di media sosial.
Karena itulah, foto-foto aktivitas olahraga individu dengan pose yang keren sudah lazim dilihat di berbagai platform media sosial.
Untuk itulah keberadaan fotografer olahraga bisa dikatakan sangat membantu para penggemar olahraga agar bisa menampilkan aktivitas olah fisik tersebut di akun media sosial pribadinya.
Peluang bisnis fotografi olahraga
Peluang itulah yang ditangkap dengan baik oleh Lukman Hakim (38 tahun), seorang fotografer olahraga yang biasa terlihat asyik memotret di area jogging track menuju arah Bandara Iskandar, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Saat ditemui di lokasi tersebut, warga Perumahan Polo Koneng, Belakang Barata, Kelurahan Madurejo ini menceritakan kenapa ia tertarik terjun dalam bisnis fotografi olahraga tersebut.
"Karena sejak tahun 2015 sudah mulai memotret dan bisa dikatakan fotografi adalah passion saya. Singkat cerita fotografi olahraga ini mulai saya lakukan sekitar tahun 2023 lalu, lantaran melihat antusias warga Pangkalan Bun untuk berolahraga khususnya olah raga lari atau jogging," jelas Lukman Hakim yang biasa disapa Lucky ini.

Menurut Lucky, selain itu idenya untuk menggeluti bisnis fotografi olahraga lantaran sebelumnya ia sempat berada dalam kondisi goyah secara ekonomi.
"Saat itu saya mencoba berfikir dan berdoa pada Allah Subhanahu Wa'taala untuk mencari solusi agar dapur tetap ngebul. Dalam doa saya sampaikan, saya punya peralatan fotografi dan bermohon agar bisa dibukakan jalan untuk bisa memanfaatkan peralatan fotografi ini guna menyelesaikan masalah," jelas Lucky.
Lucky menceritakan, beberapa hari kemudian saat ia berkendara di dalam kota Pangkalan Bun, ia melihat banyak orang yang asyik jogging menuju lokasi Bandara Iskandar.
"Keruan muncul ide saya memotret warga yang sedang jogging di lokasi tersebut dan kemudian foto-foto mereka saya posting di akun Instagram saya @lucky_motret.85 . Foto yang saya posting tersebut masih memiliki watermark dan bila orang yang difoto berminat untuk mendapatkan fotonya tanpa watermark, mereka bisa menghubungi saya lewat DM Instagram atau nomor WhatsApp yang saya tlampirkan di link bio akun saya tersebut," ujar Lucky.
Meskipun awalnya postingannya seringkali tidak dipedulikan oleh orang yang dipotretnya, namun lambat laun mulai banyak yang mengirimkan pesan atau direct message (DM) dan WhatsApp untuk mendapatkan fotonya tanpa watermark.
"Biasanya 1 frame foto bisa ditebus dengan nominal Rp 25.000 hingga Rp 30.000. Variasi harga per-frame tersebut sesuai banyaknya foto yang ditebus oleh klien. Bila jumlah banyak tentunya harga per-frame akan disesuaikan," ujar Lucky.
Income dari bisnis fotografi olahraga
Meski awalnya masih sedikit orang yang menebus foto olahraga hasil karyanya, namun saat ini menurut Lucky, pemasukan atau income dari bisnis tersebut bisa dikatakan lumayan.
Menang menurutnya pada masa awal ia menekuni bisnis fotografi ini keluarganya sempat meragukan, apakah bisa untuk menopang hidup.
Namun saat ini ia membuktikan bahwa dari bisnis fotografi, bisa menopang pendapatan bulanan keluarga.
"Pendapatan cukupan-lah untuk menopang hidup bersama keluarga. Tetapi perlu diingat, pendapatan dari bisnis ini tidak bisa disamakan dengan pekerja formal, tiap bulan ada naik turunnya," jelas Lucky.
Menurut Lucky, ia biasanya memotret di area jogging track tersebut setiap hari selasa hingga minggu.

"Senin sengaja libur, karena awal hari kerja biasanya sedkit orang yang jogging di lokasi tersebut. Namun hari yang ramai warga berolahraga biasanya Jumat, Sabtu dan Minggu. Sehingga seringkali saya datang ke lokasi jogging track untuk memotret pada pagi dan sore hari," ujar Lucky.
Menurut Lucky, pada hari tersebut, biasanya pendapatannya cukup lumayan, lantaran banyak orang yang sengaja minta difoto saat berolahraga, baik sendiri atau bersama keluarga.
"Kadang orang yang minta foto secara khusus hari itu bisa lebih dari 10 orang. Belum lagi saat ada orang yang saya fot secara random. Biasanya sekitar 25 orang lebih yang menebus foto hari itu," ujar Lucky.
Walau demikian, menurut Lucky, terkadang ia masih sering menemui warga yang menyatakan bahwa harga foto tersebut dianggap mahal.
"Menurut saya, hal itu lantaran orang tersebut tidak mengerti nilai dari sebuah foto. Tetap saya jelaskan bahwa untuk menghasilkan foto olahraga, khususnya saat jogging pastinya saya harus memiliki modal kamera dan lensa yang memadai. Dalam kegiatan memotret, saya menggunakan kamera Canon 6D dan lensa 70 - 200 f2.8. Silakan di cek sendiri di internet, modal yang harus dikeluarkan untuk menyediakan alat tersebut," jelas Lucky.
Selain alat, lanjut Lucky, pastinya skill fotografi juga diperlukan untuk menghasilkan foto yang bagus dan bisa dibanggakan klien saat diposting di media sosialnya masing-masing.
"Nah, karena itulah rasanya nomilan yang saya berikan untuk penebusan foto juga sangat wajar dan masih tergolong terjangkau. Memang ada yang tidak mau mengerti tentang hal itu dan berharap gratisan saja, namun masih banyak klien yang bisa dikatakan sebagai langganan menebus foto yang menampilkan klien tersebut sedang jogging," jelas Lucky.
Lucky jyga mengaku selama ia menjadi fotografer olahraga di jogging track tersebut membuatnya menjadi banyak kawan dan kenalan.
"Dari kawan dan kenalan tersebut ada juga yang meminta jasa saya untuk memotret dalam sebuah kegiatan. Misalnya foto busana atau acara kantor. Alhamdulillah ada saja pemasukan dari hal lain selain memotret olahraga," jelas Lucky.
Target berikutnya punya studio foto
Walaupun bisa mendapatkan pemasukan yang lumayan dari bisnis fotografi, namun Lucky masih memiliki cita-cita yang ingin diwujudkannya.
"Saya ingin memiliki studio foto sendiri. Saat ini saya mulai menabung dan mencicil sedikit -sedikit perlengkapan fotografi. Saat ini saya sudah berhasil mendapatkan lampu studio. Untuk peralatan lain, tentunya akan menyusul sesuai situasi dan kondisi yang ada," ujar Lucky. (WAHYU KRIDA/j)









