JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, menegaskan bahwa aspek kultural merupakan bagian integral dari identitas para pendamping desa. Pesan ini disampaikannya dalam sebuah pertemuan dengan para pendamping desa di Kabupaten Mojokerto dan Pasuruan, Jawa Timur. Ia mengungkapkan bahwa aspek kultural ini harus dipelihara dan diperkuat oleh setiap pendamping desa. Gus Halim, sapaan akrab Abdul Halim Iskandar, menjelaskan bahwa pendamping desa tidak hanya berfungsi sebagai fasilitator dalam pembangunan, tetapi juga sebagai representasi budaya dan nilai-nilai lokal yang ada di masyarakat desa yang mereka dampingi. Hal ini menunjukkan pentingnya pemahaman dan pengenalan budaya lokal sebagai bagian dari tugas mereka. Dalam kesempatan tersebut, Gus Halim juga memberikan penghargaan atas dedikasi dan kinerja dari para pendamping desa, yang tergabung dalam Tim Pendamping Profesional (TPP). Ia meyakini bahwa upaya mereka selama ini sejalan dengan prinsip dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Menteri ini menekankan bahwa pendamping desa memiliki tanggung jawab ganda, yakni berfokus pada pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat melalui penguatan sumber daya manusia (SDM). Dengan demikian, keberadaan mereka diharapkan dapat mewujudkan aspirasi dan harapan warga desa yang mereka dampingi. Lebih lanjut, Gus Halim mengingatkan pentingnya kolaborasi antara pendamping desa dengan birokrasi di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Ia menyatakan bahwa kekuatan pendamping desa terletak pada hubungan yang harmonis dengan lembaga pemerintah dan pegawai birokrasi. Ia meminta agar seluruh pendamping desa di Indonesia terus menjalin komunikasi dan konsolidasi yang baik dengan pihak-pihak terkait di Kemendes PDTT. Dalam rangka meningkatkan sinergi, pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, seperti Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendes PDTT, Luthfiyah Nurlaela, serta Sekretaris BPSDM, Rosyid, dan Kepala Pusat Pemberdayaan Masyarakat Kemendes PDTT, Nursaid. Sebelum bertemu dengan pendamping desa, Gus Halim juga melaksanakan kunjungan kerja ke Desa Wisata Ketapanrame. Tujuannya adalah untuk melihat secara langsung kondisi destinasi wisata dan sarana prasarana yang tersedia di lokasi tersebut, memberikan gambaran nyata mengenai potensi pariwisata yang dikembangkan di tingkat desa. ANTARA