PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah baru-baru ini mengumumkan 75 judul yang akan diterbitkan secara digital. Penerjemah Ahli Muda Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Rensi Sisilda mengatakan bahwa keputusan ini menandai perubahan dari cetak ke digital.

"Memang ada beberapa perubahan untuk publikasi buku cerita anak berbahasa daerah tahun ini. Hal ini tidak hanya terjadi di Kalteng tetapi juga di seluruh Indonesia," kata Rensi kepada Borneonews pada Senin, 19 Agustus 2024.

Menurut Rensi, ada peningkatan jumlah judul buku yang diterbitkan tahun ini. Jika di 2023 ada 70 judul buku dwibahasa yang diterbitkan oleh Balai Bahasa Kalteng tahun ini meningkat menjadi 75 judul buku.

"Lalu perbedaan lainnya ialah kalau tahun 2023 lalu kita masih cetak ceritanya dalam bentuk buku, nah tahun ini bentuknya adalah buku digital," tutur Rensi lagi.

Buku-buku ini, lanjut Rensi, ditulis oleh penulis dari berbagai kabupaten/kota di Kalteng dengan menggunakan bahasa daerah seperti Dayak Ngaju, Dayak Ma’anyan, Dayak Sampit, Dayak Ot Danum yakni Kadorih, Dayak Bakumpai, Dayak Katingan, serta Bahasa Melayu Dialek Kotawaringin.

"Tujuan dari penerbitan cerita berbahasa daerah ini adalah untuk membangun semangat membaca dan literasi di kalangan anak-anak," tuturnya lagi.(TESTI PRISCILLA/R)