PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Penerjemah Ahli Muda Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Rensi Sisilda mengatakan ada 50 penulis dari berbagai kabupaten/kota di Kalteng yang terlibat dalam pembuatan buku cerita dwibahasa pada tahun ini.

Sebanyak 75 judul buku hasil karya 50 orang ini diterbitkan dengan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa daerah seperti Dayak Ngaju, Dayak Ma’anyan, Dayak Sampit, Dayak Ot Danum yakni Kadorih, Dayak Bakumpai, Dayak Katingan, serta Bahasa Melayu Dialek Kotawaringin.

"Waktu seleksi dibuka itu ada sebanyak 110 penulis mengirimkan karya mereka, dan setelah proses seleksi ketat, 50 judul berhasil lolos, ditambah sisa tulisan tahun lalu yang belum terbit ada 25 judul jadi total 75 judul yang terbit tahun ini," kata Rensi pada Senin, 19 Agustus 2024.

Namun untuk tahun ini semua judul akan tersedia dalam format digital. "Jadi tahun ini tidak dalam bentuk buku fisik lagi melainkan dalam format digital yang bisa diakses secara gratis oleh masyarakat," tuturnya lagi.

Saat ini 75 judul telah dipilih dan siap untuk diterbitkan. "Bagi penulis yang tidak lolos tahun ini, ada harapan bahwa tahun depan akan membuka kesempatan baru untuk menerbitkan karya mereka. Semoga dengan adanya perubahan ini, lebih banyak suara dari berbagai daerah dapat terdengar melalui karya sastra digital," harap Rensi.(TESTI PRISCILLA/R)