JAKARTA –
**Borneonews - Bali**, Ketua Panitia Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa, Cucun Ahmad Syamsurizal, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan TNI dan Polri, serta pecalang, untuk mengamankan pelaksanaan muktamar yang dijadwalkan pada 24-25 Agustus 2024 di Bali. Cucun menegaskan bahwa pengamanan yang akan dilakukan oleh TNI dan Polri akan disesuaikan dengan jumlah peserta yang diperkirakan mencapai ribuan orang. Ia menambahkan, "Kami sudah memberikan informasi kepada pihak keamanan mengenai jumlah peserta. Besar kemungkinan, mereka akan menentukan jumlah personel sesuai kebutuhan di lapangan." Lebih lanjut, Cucun menjelaskan bahwa pengamanan ini merupakan bagian dari kepatuhan terhadap hukum. Seluruh agenda yang dilaksanakan oleh PKB selalu dilakukan dengan berkoordinasi dengan TNI dan Polri. "PKB beroperasi di bawah payung Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik. Oleh karena itu, setiap langkah yang kami ambil harus sesuai dengan peraturan yang berlaku. Koordinasi dengan TNI dan Polri dalam hal keamanan adalah suatu keharusan," imbuhnya. Selain itu, Cucun juga menekankan pentingnya keterlibatan pecalang dalam pengamanan acara tersebut. Ia menjelaskan, "Mengingat muktamar akan dilaksanakan di Bali, sangat penting bagi kami untuk menghormati tradisi setempat. Pecalang akan berperan sebagai benteng dalam menjaga keamanan selama acara berlangsung." Mengenai syarat kepesertaan, Cucun merujuk pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PKB. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan Pasal 73 ayat (1) dalam ART, peserta muktamar terbagi menjadi lima kelompok, yaitu pengurus DPP, pengurus DPW, pengurus DPC, pimpinan dan anggota Fraksi PKB di DPR RI, serta ketua badan dan lembaga di tingkat pusat. "Dapat saya sampaikan, jika seseorang tidak termasuk dalam kategori tersebut, sebaiknya tidak mencoba untuk memasuki arena muktamar. Selain itu, merujuk pada Pasal 3 ART PKB, Muktamar PKB dinyatakan sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari DPW dan DPC yang diakui," tutup Cucun. ANTARA