**Borneonews - Jakarta**, Direktur Eksekutif *Center of Economic and Law Studies (CELIOS)*, Bhima Yudhistira, mengungkapkan bahwa Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang baru saja dilantik, Rosan Roeslani, memiliki empat tantangan utama yang harus segera dituntaskan. Rosan menggantikan posisi Bahlil Lahadalia dalam jabatan yang strategis ini.
Bhima menjelaskan, terdapat sejumlah aspek kritis yang perlu menjadi fokus bagi Rosan untuk mempercepat pertumbuhan investasi yang masih terhambat. Pertama, pihaknya menyarankan agar Menteri Investasi yang baru ini bisa merancang strategi dengan membentuk tim percepatan investasi yang lebih dinamis dan responsif. Meskipun transisi kepemimpinan ini dilakukan pada saat yang tidak ideal karena berlangsungnya perubahan posisi ke Prabowo, namun Bhima optimis ada cukup ruang untuk mempersiapkan langkah-langkah yang efektif.
Selanjutnya, Bhima menegaskan bahwa promosi investasi harus diarahkan pada sektor ekonomi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Oleh karena itu, fokus Rosan harus termasuk usaha promosi yang mendorong investasi dalam industri energi baru terbarukan (EBT). Dengan didorongnya komitmen terhadap investasi berkualitas, diharapkan hal ini akan membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.
Kementerian Keuangan juga memerlukan dukungan dalam menyusun kebijakan pengeluaran pajak yang lebih efektif. Hal ini mencakup pengaturan dan distribusi insentif pajak yang tepat sasaran. Menurut Bhima, penting untuk memastikan bahwa investasi yang mendapatkan insentif pajak memberikan dampak positif, baik dalam hal penyerapan tenaga kerja maupun pengaruhnya terhadap lingkungan sekitar.
Lebih lanjut, Bhima menekankan pentingnya meningkatkan peran pemerintah daerah dalam pengembangan iklim investasi. Optimalisasi kontribusi investasi kepada pemda setempat perlu dilakukan dengan cara yang lebih intensif, terutama dalam keputusan yang berkaitan dengan hilirisasi mineral. Dia menyoroti kurangnya keterlibatan pemda di era UU Cipta Kerja, padahal dampak dari investasi juga dirasakan oleh daerah yang bersangkutan.
Rosan Roeslani, yang sebelumnya menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada Senin lalu di Istana Negara. Pelantikan ini diatur berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 92P Tahun 2024 mengenai pengangkatan Menteri Negara dalam Kabinet Indonesia Maju, periode 2019-2024. Rosan bersumpah di hadapan Presiden Jokowi, bersama dengan Bahlil Lahadalia selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Supratman Andi Agtas sebagai Menteri Hukum dan HAM, serta Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Angga Raka Prabowo.
ANTARA
Tantangan Rosan Roeslani sebagai Menteri Investasi Baru di Indonesia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BPN Berkontribusi Tingkatkan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834 Triliun
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Komentar (0)
Memuat komentar…







