BORNEONEWS,Pulang Pisau - Pada jaman dulu Nenek moyang orang dayak menggunakan sumpit dalam perburuan di hutan.
Menyumpit atau yang lebih dikenal dalam bahasa Dayak Manyipet hingga kini tetap dilestarikan sebagai bagian dari Budaya Orang Dayak.
Kepala Bidang Kebudayaan, Kesenian, Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Disbudporapar Pulang Pisau, Gotat menyampaikan manyipet adalah warisan nenek moyang yang harus dilestarikan, salah satu terobosannya menggelar perlombaan Senin, 19 Agustus 2024 di Rumah Betang Bandar.
"Melalui lomba Manyipet harapannya anak muda mengenal manyipet yang sekarang menjadi bagian dari kebudayaan kita orang Dayak yang dulunya digunakan nenek moyang kita untuk berburu," kata Gotat.
Dalam lomba manyipet ini lanjut Gotat, diikuti oleh 13 peserta, dengan kategori putra 9 orang dan putri 4 orang berasal dari Kabupaten Pulang Pisau.
Gotat berharap, dengan diadakannya lomba Manyipet ini, semakin banyak lagi, anak - anak muda yang mengenal budaya Dayak yang sudah ada sejak dulu dan kaum muda pada khususnya mampu menjaga dan melestarikannya.
Gotat menambahkan pemenang dari lomba ini kedepan akan dilakukan pembinaan untuk diikut sertakan dalam Budaya Isen Mulang di tingkat Provinsi.(RETHA/R)









