TANJUNG SELOR –
**Borneonews - Nunukan**, Pemerintah Kabupaten Nunukan di Kalimantan Utara menunjukkan komitmennya untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan. Dalam sebuah pernyataan, Bupati Nunukan Asmin Laura menekankan bahwa langkah ini sangat penting demi keberlangsungan masa depan bangsa. “Anak-anak adalah aset berharga bagi negara kita. Oleh karena itu, kita perlu lebih serius dalam melindungi mereka,” ungkap Bupati Laura saat mengadakan pertemuan di Nunukan pada Senin. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap tingginya angka kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di wilayah tersebut. Berdasarkan data terbaru, kasus kekerasan anak menduduki urutan kedua dalam daftar masalah yang melibatkan warga binaan di Lapas Kelas IIB Nunukan. Dari total 1.333 warga binaan yang mendapatkan remisi pada peringatan HUT ke-79 RI, terdapat 117 orang yang terlibat dalam kasus kekerasan terhadap anak. “Angka tersebut cukup memprihatinkan dan menunjukkan bahwa kita perlu lebih serius dalam menangani isu ini,” katanya. Sebagai langkah konkret, Bupati Laura meminta kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Pemberdayaan Anak (DSP3A) agar meningkatkan program sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat mengenai perlindungan anak. “Setiap kali ada insiden, saya senantiasa meminta laporan terbaru. Saya juga mendorong pendampingan berkelanjutan bagi para korban,” tegasnya. Meskipun terdapat keprihatinan atas meningkatnya angka kasus kekerasan anak, Bupati Laura juga melihat sisi positif dari fenomena ini. Menurutnya, semakin banyaknya laporan yang masuk menunjukkan bahwa masyarakat kini berani untuk melaporkan kasus-kasus kekerasan yang terjadi. “Saya optimis, dengan semakin banyaknya laporan, maka pihak berwenang akan lebih cepat dalam mencari solusi serta memberikan perlindungan yang seharusnya bagi anak-anak yang menjadi korban,” tambahnya. Lebih jauh, Bupati Laura menekankan bahwa selain peran pemerintah daerah, keterlibatan keluarga dan masyarakat juga sangat penting dalam mencegah kekerasan terhadap anak. “Perlindungan anak bukan hanya tugas pemerintah saja, tetapi merupakan tanggung jawab kita semua,” tutupnya. ANTARA