JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan instruksi kepada Bahlil Lahadalia, yang baru saja dilantik sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), untuk terus melakukan optimalisasi terhadap potensi sumber daya alam (SDA) yang dimiliki oleh negara. Setelah mengikuti prosesi pelantikan menteri dan wakil menteri dalam Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024 di Istana Negara, Jakarta, Bahlil menyampaikan bahwa arahan tersebut akan dilaksanakan melalui serangkaian langkah konkret. Menurutnya, fokus utama yang harus dijalankan adalah percepatan dalam pengelolaan dan produksi SDA, yang pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan negara dan menciptakan banyak lapangan pekerjaan. Bahlil juga menegaskan komitmennya untuk meneruskan program-program yang telah dijalankan dengan baik oleh pendahulunya, Arifin Tasrif. "Kami akan melanjutkan semua yang sudah baik sebelumnya, dan melakukan perbaikan pada hal-hal yang masih kurang," ujarnya. Ia menekankan bahwa semua kegiatan di kementerian harus bersifat berkesinambungan agar dapat memberikan manfaat yang optimal. Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Bahlil Lahadalia dalam acara tersebut, yang berlangsung di Istana Negara. Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara, Nanik Purwanti, menyebutkan bahwa pelantikan ini berdasar pada Keputusan Presiden Nomor 92P Tahun 2024 mengenai Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Negara dalam Kabinet Indonesia Maju. Bahlil memiliki latar belakang sebagai kader Partai Golkar dan merupakan seorang pengusaha yang berasal dari Papua. Sebelum dilantik menjadi Menteri ESDM, ia menjabat sebagai Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sejak tahun 2019. Saat ini, kursi Menteri Investasi/Kepala BKPM diisi oleh Rosan Roeslani, yang juga dilantik pada hari yang sama oleh Presiden Jokowi. ANTARA