BORNEONEWS, Sampit - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palangka Raya bersama Dinas Kesehatan dan Disperidagsar Kotim menemukan makanan dan minuman mengadung bahan kimia jenis borak yang dijual bebas di pasar kota Sampit.
“Dari hasil razia dan uji sampel makanan yang kami lakukan bebertapa hari terakhir ini, kami temukan satu jenis makanan kerupung tepung yang terindikasi mengandung borak,” ungkap Kepala Bidang Konsumen dan Perlindungan Barang Beredar pada Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) Kotim, Krispinus, Kamis (23/6/2016).
Uji sampel dilakukan pihaknya bersama BPOM Palangka Raya bersama Dinas Kesehatan serta tim kesehatan lingkungan Kementerian Kesehatan Banjarbaru fokus kepada pasar kuliner di wilayah Kota sampit. Seperti pasar kuliner Baamang.
“Di Baamang ada 10 sampel makanan yang kami ambil, Pusat Pasar Kuliner Ramadan Taman Kota ada 20 sampel kami ambil, dan di pasar kuliner Ketapang tujuh sampel. Jadi yang kami ambil ada 37 sampel yang akan dicek di laboratorium. Sampai saat ini baru satu sampel yang terindikasi ada zat berbahaya itu,” jelasnya.
Bahkan terkait temuan itu, tim sudah menelusuri dengan menanyakan kepada pedagang tersebut darimana kerupuk tepung tersebut didapat. Tim ingin mengetahui dan memastikan agar makanan yang sudah dicampur boraks tersebut ditarik kembali atau tidak dijual ke masyarakat.
“Yang terindikasi ada campuran borak itu selain diperiksa di laboratorium mobil Balai POM pada saat dilapangan. Mereka juga akan periksa lanjutan di laboratorium provinsi. Semua barangnya sudah ditarik,” katanya.
Dikatakan Krispinus, alas an pedagang menggunakan bahan berbahaya tersebut adalah untuk merenyahkan kerupuk yang mereka jual tersebut. Namun pada saat dilapangan katanya, tim dari Balai POM langsung memberitahu bahan yang aman agar mereka tidak menggunakan borak lagi.
Dia berharap, para pedagang tidak menggunakan bahan berbahaya untuk pemanis dagangan mereka. Karena hal itu dapat membahayakan kesehatan masyarakat. (RAFIUDIN/m)
Ditemukan Makanan Mengandung Boraks di Sampit
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Gubernur Kalteng Ajak Tokoh Agama Perkuat Pesan Perdamaian
Korban Karhutla Bromo Kembali Meninggal Dunia di RSUD Dr Soetomo
Komentar (0)
Memuat komentar…







