**Borneonews - Nama Lokasi**, Ukraina mengalami dampak signifikan dalam sektor energi, khususnya dalam produksi listrik, akibat konflik yang berkepanjangan dengan Rusia. Sejak bulan Februari 2022, negara ini kehilangan sekitar 50 persen dari kapasitas pembangkit listriknya, menurut pernyataan Komisaris Energi Eropa, Kadri Simson. Ia menegaskan bahwa Rusia menjadi penyebab utama kerugian ini.
Dalam sebuah tulisan yang dimuat di *Financial Times*, Simson menjelaskan bahwa Rusia telah menghancurkan atau merebut sekitar 9 gigawatt (GW) dari total produksi listrik Ukraina. Angka ini mencerminkan setengah dari kebutuhan energi yang diperlukan Ukraina untuk menghadapi musim dingin. Ia juga menambahkan, kerusakan sebesar itu setara dengan total konsumsi maksimum listrik di Portugal, yang merupakan negara dengan populasi lebih dari 10 juta jiwa.
Simson mengeluarkan peringatan tentang kemungkinan terjadinya krisis kemanusiaan yang parah jika upaya mitigasi tidak segera dilakukan. Ia mengajak negara-negara Barat untuk meningkatkan dukungan logistik dan bantuan yang lebih intensif daripada sebelumnya. Dalam menghadapi tantangan ini, ia merekomendasikan agar fasilitas pembangkit listrik yang hancur segera dipulihkan dan dioperasikan kembali, serta memindahkan generator terdesentralisasi dalam skala kecil ke wilayah tersebut. Selain itu, pemasangan panel surya di atap gedung juga harus diprioritaskan secepat mungkin.
Komisaris Energi Eropa ini meminta semua yang memiliki kapabilitas untuk membantu Ukraina agar segera melakukan tindakan tersebut sebelum datangnya musim dingin. Sejak beberapa bulan lalu, Rusia telah melancarkan serangan presisi dengan menggunakan *drone* dan rudal yang ditargetkan ke infrastruktur listrik Ukraina.
Di sisi lain, pada awal bulan April, perusahaan energi Ukraina, DTEK, mengumumkan niatnya untuk memulihkan fasilitas pembangkit yang rusak dengan harapan dapat menyelesaikannya paling lambat bulan Oktober. Namun, operator jaringan listrik Ukrenergo memperkirakan bahwa pemulihan sejumlah fasilitas energi besar mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama, bahkan hingga beberapa tahun.
Ukrenergo juga pernah mengingatkan bahwa Ukraina akan terus mengalami kekurangan daya listrik dalam waktu dekat. Kerusakan yang terjadi pada infrastruktur energi memaksa jaringan listrik di negara itu untuk beroperasi pada kapasitas puncak. Sebagai langkah tambahan, pada bulan Juni, Ukraina mengimpor listrik sebanyak 858.400 megawatt per jam dari Uni Eropa, angka ini enam persen lebih tinggi dibandingkan dengan total impor sepanjang tahun 2023, menurut laporan dari DiXi Group, sebuah pusat analisis yang berbasis di Ukraina.
ANTARA
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Semarak Bulan Bahasa Digelar Serentak di 30 Balai Bahasa, Kalteng Angkat Seni dan Sastra
Shin Tae-yong Bersimpati Terhadap Pelatih Super League yang Dipecat
PSMS Medan Bungkam PSIS Semarang 2-1
Komisi III DPR Minta Kapolri Terus Gas Pol Perangi Narkoba
Manchester United Tak Berdaya, Dihajar Bournemouth 0-3 di Old Trafford
Gol McKennie dan Luiz Bawa Juventus Menang 2-0 atas Lecce
Komentar (0)
Memuat komentar…







