JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Bahlil Lahadalia, setelah dilantik sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (*ESDM*) oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, menegaskan tidak akan terjadi konflik kepentingan dalam posisinya yang baru. Penegasan tersebut disampaikan sehubungan dengan latar belakangnya sebagai pengusaha di sektor pertambangan. Bahlil mengungkapkan bahwa langkah pertamanya memasuki dunia pemerintahan saat diangkat sebagai Menteri Investasi serta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (*BKPM*) telah mengakhiri karirnya sebagai pengusaha. "Sejak dipercaya menjabat sebagai Kepala BKPM, saya sudah tidak terlibat lagi dalam bisnis pribadi saya. Ini adalah upaya memisahkan urusan negara dan kepentingan pribadi," jelas Bahlil dalam wawancara yang diadakan seusai pelantikan. Ia juga menambahkan bahwa meskipun sebelumnya aktif dalam dunia bisnis, ia optimis bisa membedakan antara tanggung jawab sebagai pejabat publik dan kepentingan pribadinya. "Perusahaan saya tetap berjalan seperti biasa, namun saya tidak lagi terlibat dalam pengurusan sehari-hari," ujarnya. Bahlil percaya bahwa pengalaman yang dimilikinya sebagai mantan pengusaha akan membantunya dalam memenuhi kebutuhan dunia usaha. Hal ini, menurutnya, akan membantu menyelaraskan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan sektor usaha. "Saya akan menggunakan pengalaman saya untuk mendukung perbaikan dan beradaptasi dengan kebutuhan para pelaku usaha," tutur Bahlil. Lebih lanjut, Bahlil juga menegaskan pentingnya komunikasi dengan Menteri ESDM sebelumnya, Arifin Tasrif. Ia berencana untuk menggali informasi mengenai pekerjaan yang sedang dilaksanakan dan isu-isu penting yang harus diselesaikan di kementeriannya. "Saya akan berkomunikasi dengan Pak Arifin karena kami memiliki hubungan yang baik. Saya ingin melanjutkan program yang telah berjalan dengan baik serta mencari tahu tugas-tugas apa yang perlu diselesaikan," ungkapnya. Sebelumnya, pelantikan Bahlil sebagai Menteri ESDM dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 92P Tahun 2024, yang mengatur pengangkatan dan pemberhentian menteri di kabinet saat ini. Sebagai informasi tambahan, Bahlil adalah seorang kader Partai Golkar dan pengusaha asal Papua yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Investasi/kepala *BKPM* sejak tahun 2019. Kursi Menteri Investasi kini diisi oleh Rosan Roeslani, yang juga dilantik pada hari yang sama. ANTARA