JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, menyampaikan lima konsep kunci yang dapat meningkatkan pengelolaan obat dan makanan di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Ikrar menekankan bahwa harga obat di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Hal ini disebabkan oleh perbedaan signifikan antara obat paten dan generik, serta perlunya perbaikan dalam regulasi yang ada. Dalam upaya mereduksi kesenjangan harga obat, BPOM berkomitmen untuk mendorong adanya mekanisme regulasi yang lebih baik. Selanjutnya, koordinasi antar lembaga menjadi sangat penting. Ia menjelaskan bahwa BPOM perlu menjalin kerja sama yang erat dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Kementerian Kesehatan, serta berbagai asosiasi terkait, seperti asosiasi farmasi dan perusahaan obat. Peningkatan kolaborasi dengan pihak-pihak ini dianggap sebagai langkah yang vital untuk memperkuat pengelolaan obat dan makanan di Indonesia. Ikrar juga mengungkapkan bahwa banyak obat inovatif yang telah mendapat persetujuan di negara maju, tetapi belum tersedia di pasar Indonesia. Pentingnya perbaikan dalam proses regulasi diharapkan dapat mempercepat akses terhadap obat-obatan baru tersebut. Misalnya, produk biologi yang telah disetujui di Eropa atau Amerika bisa memakan waktu bertahun-tahun sebelum tersedia di Indonesia, yang berkontribusi pada tingginya harga obat. Adanya inovasi dalam regulasi dianggap perlu untuk mengikuti perkembangan teknologi terkini. Obat-obatan baru, seperti produk biologi dan terapi genetik, membutuhkan pendekatan serta strategi regulasi yang berbeda dibandingkan dengan uji klinis konvensional. Dalam hal ini, Ikrar mengindikasikan perlunya spesifikasi dalam regulasi yang perlu diperbaiki di BPOM. Akhirnya, Ikrar menekankan pentingnya BPOM dalam meningkatkan standar dan reputasinya agar dapat bersaing di pasar global. Dengan memperbaiki status dan kepercayaan, produk yang disetujui oleh BPOM diharapkan dapat lebih mudah diterima di pasar internasional. Ia percaya bahwa produk-produk obat, minuman, atau produk lainnya yang mendapat pengesahan dari BPOM akan menjadi lebih terpercaya dan diterima di berbagai negara. ANTARA