BORNEONEWS, Kobar - Mayoritas toko emas dalam Kota Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar), telah menggunakan Closed-Circuit Television (CCTV). Sejak beberapa hari lalu, Sat Intelkam Polres Kobar mengecek tempat usaha, seperti toko emas dan bank, di ibu kota Kabupaten Kobar itu. Polisi ingin memastikan keamanan dunia usaha menjelang lebaran Idul Fitri 1437 Hijriyah.

"Berdasarkan pantauan, mayoritas toko emas di Pangkalan Bun telah menggunakan peralatan pemantau. Tetapi untuk toko emas di luar kota kami belum melakukan pemantauan seluruhnya, apakah ada toko emas yang tidak menggunakan CCTV," kata Kasat Intelkam Polres Kobar, AKP Aris Ishak, di Pangkalan Bun, Kamis (23/6/2016)..

Setiap tahun, kegiatan ekonomi berupa jual beli, termasuk emas, lebih banyak terjadi menjelang dan saat Ramadan hingga jelang lebaran. Banyaknya kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat, terindikasi digunakan para pelaku kejahatan untuk beraksi.

Karena itu, pentingnya keberadaan CCTV di tempat usaha, lantaran banyaknya masyarakat yang melakukan jual beli perhiasan jelang, saat dan akhir Ramadan. Banyaknya warga yang melakukan jual beli emas, tidak dipungkiri juga menarik minat para pelaku kejahatan untuk beraksi.

"Karena itulah pentingnya keberadaan CCTV. Jadi setiap kegiatan dan peristiwa yang terjadi bisa terekam kamera pengawas, sehingga rekamannya bisa digunakan untuk bukti awal pengungkapan kasus," kata Kasat Intelkam Polres Kobar, AKP Aris Ishak. (WAHYU KRIDA/N).