BORNEONEWS, Kotim - KM Kelimutu yang berangkat dari Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis (23/6/2016), mengangkut 1.446 penumpang dengan tujuan Semarang. Penumpang yang melebihi 1.000 orang tersebut yang pertama kali dalam arus mudik bulan suci Ramadan 2016. Sebelumnya hanya berkisar 500-800 orang.

“Penumpang KM Kelimutu ini  yang terbanyak daripada sebelumnya, dan ini akan berlanjut hingga lebaran Idul Fitri 1437 HIjriyah nantinya,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Telekomunikasi dan Infomatika Kotawaringin Timur (Dishubkominfo Kotim), Fadliannoor saat memantau langsung arus mudik tersebut, Kamis (23/6/2016).

Dengan banyaknya penumpang kali ini menunjukkan arus mudik sudah mulai meningkat. Bahkan tercatat dari H-7 hingga H-2 lebaran tiket sudah habis terjual. Namun hal itu tidak menyurutkan para calon pemudik untuk datang ke kantor  penjualan tiket.

“Masih banyak permintaan tiket dari sepekan sebelum lebaran itu, namun semua diarakan oleh pihak PT Pelni dan Darma Lautan, untuk memesan tiket di jdawal yang masih tersedia,” lanjut Fadlian.

Pantauan Borneonews, banyaknya penumpang Kamis (23/6/2016) itu, membuat penjagaan pihak kepolisian dan petugas pelabuhan lebih ketat. Bahkan Kapolres Kotim, AKBP Hendra Wirawan bersama Kabag Ops, dan para kepala satuan langsung melakukan pemantauan di tempat itu.

“Pengamanan arus mudik ini labih kami prioritaskan, guna memberikan rasa aman kepada para penumpang,” kata Kapolres Kotim, AKBP Hendra Wirawan.

Dari ribuan lebih penumpang yang berangkat, polisi menemukan seorang pemudik yang nekat membawa senapan angin. Agar tidak terlihat aparat, dia membungkusnya dengan karung beras. Namun upaya itu gagal, karena polisi yang berjaga di pelabuhan langsung mencegatnya, dan menyarankan orang itu agar meninggalkan senapan itu.

“Bapak mudik aja dulu, nanti kalau udah pulang ke Sampit lagi, senapannya bisa diambil lagi,” ujar salah satu polisi yang berjaga di tempat itu.

Sang pemudik setuju, dan bersedia untuk didata identitasnya. (M. HAMIM/N).