**Borneonews - Rangkasbitung**, Beras lokal di Kabupaten Lebak, Banten, telah berhasil mengisi sejumlah kios pedagang di Rangkasbitung berkat hasil panen dari sistem pompanisasi yang berlangsung pada bulan Agustus 2024.
Ketua Kelompok Tani Sukabungah Tambakbaya, Ruhiana, menyatakan bahwa dalam sepekan terakhir mereka telah memasok beras sebanyak 30 ton ke kios-kios pedagang. Dengan luas lahan panen mencapai 200 hektare melalui teknologi pompanisasi, hasil pertanian ini diharapkan dapat mencukupi kebutuhan beras masyarakat serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian petani.
Saat ini, harga beras yang dijual ke kios pedagang dipatok pada angka Rp12.000 per kilogram. Hal ini menjadikan harga beras kembali stabil seiring melimpahnya hasil panen di daerah tersebut. "Kami yakin dengan hasil panen yang melimpah ini, dalam tiga bulan ke depan kami dapat memenuhi pasokan beras lokal," jelas Ruhiana.
Seorang pengusaha beras, Bambang Suseno (60), yang mengelola pabrik beras PD Cahaya Tani di Warunggunung, Kabupaten Lebak, mencatat bahwa produksi beras lokal mengalami peningkatan berkat pasokan dari pabrik-pabrik beras di kawasan tersebut. Meskipun petani di Provinsi Banten belum melakukan panen secara masif, pasokan beras medium dengan kualitas baik dari Kabupaten Lebak dan Pandeglang tetap melimpah.
Bambang menambahkan bahwa pabriknya memasok beras medium lokal sebanyak 50 ton per bulan ke Pasar Rangkasbitung. Ia menjual beras medium tersebut kepada para pedagang dengan harga Rp12.600 per kilogram, yang diperkirakan dapat menghasilkan omzet hingga Rp630 juta setiap bulannya. Dari angka tersebut, diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi para petani di daerah setempat.
"Dari pendapatan Rp630 juta itu, kami meyakini bahwa kesejahteraan perekonomian petani semakin membaik, terutama karena harga gabah kering simpan sudah mencapai Rp7.500 per kilogram," kata Bambang.
Di sisi lain, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar, menjelaskan bahwa hingga saat ini ketersediaan beras lokal masih dapat terpenuhi dari sejumlah pengusaha pabrik beras di daerah tersebut. Dengan keberhasilan panen yang diproyeksikan mencapai 20 ribu hektare pada periode Agustus hingga September 2024, dipastikan bahwa persediaan beras lokal di Kabupaten Lebak akan melimpah.
Deni menambahkan, "Kami optimis bahwa tanaman padi yang ada saat ini dapat memberikan ketersediaan pangan yang cukup melalui sistem pompanisasi."
ANTARA
Beras Lokal Melimpah di Lebak Berkat Sistem Pompanisasi
Bagikan:

BANTEN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Komentar (0)
Memuat komentar…







