**Borneonews - Jakarta**, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, telah meresmikan pemugaran Gedung Pancasila yang terletak di Kompleks Kementerian Luar Negeri Jakarta. Proses pemugaran ini memakan waktu hampir satu tahun dan kini telah berhasil diselesaikan.
Dalam sambutannya, Retno menekankan betapa pentingnya pemugaran gedung yang memiliki sejarah panjang bagi bangsa Indonesia ini. Gedung Pancasila tidak hanya merupakan sebuah bangunan, melainkan juga merupakan saksi bisu perjalanan perjuangan kemerdekaan serta sejarah diplomasi bangsa ini. "Gedung ini akan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan diplomasi Indonesia," ungkap Retno.
Acara peresmian tersebut dihadiri oleh berbagai undangan, termasuk mantan menteri luar negeri dan duta besar dari negara-negara sahabat. Dalam seremoninya, Retno melakukan pemotongan pita dan menandatangani prasasti yang menandai selesainya pemugaran.
Proses pemugaran Gedung Pancasila berlangsung selama sepuluh bulan dan diharuskan dilakukan mengingat usianya yang semakin tua serta kondisi bangunan yang tidak lagi aman. Retno mengungkapkan bahwa dalam pemugaran ini, pihaknya melibatkan ahli konstruksi dan konservasi agar keaslian bangunan tetap terjaga di tengah proses renovasi. Ia menjelaskan bahwa Gedung Pancasila telah ditetapkan sebagai cagar budaya, sehingga preservasi sejarahnya sangat penting.
Salah satu langkah signifikan dalam pemugaran adalah upaya untuk mengembalikan bentuk atap dan desain interior bangunan tersebut ke bentuk aslinya seperti pada dasawarsa 1940-an. "Dengan demikian, saya merasa terhormat dapat menyambut Anda semua untuk menikmati wajah asli Gedung Pancasila yang kini telah diperbarui," ujar Retno kepada para duta besar.
Sejarah Gedung Pancasila sangat kaya. Sebelumnya, gedung ini menjadi lokasi sidang Volksraad (Dewan Perwakilan Rakyat) pada era Hindia Belanda di tahun 1920-an dan juga Chuo Sangi-in (Dewan Pertimbangan Pusat) pada masa pendudukan Jepang di tahun 1940-an. Selanjutnya, gedung ini menjadi saksi bagi Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) menjelang Proklamasi Kemerdekaan RI pada tahun 1945. Di sinilah, Soekarno pertama kali mengungkapkan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia pada tanggal 1 Juni 1945.
Setelah proklamasi kemerdekaan, gedung tersebut diserahkan kepada Kementerian Luar Negeri pada awal tahun 1950-an. Saat ini, Gedung Pancasila berfungsi sebagai tempat diadakannya resepsi diplomatik bagi pejabat tinggi asing serta lokasi penandatanganan perjanjian internasional bagi Republik Indonesia.
ANTARA
Pemugaran Gedung Pancasila, Saksi Sejarah Diplomasi Indonesia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Lewis Hamilton Tercepat dalam Sesi Latihan Bebas GP Amerika Serikat
Timnas Indonesia U15 Menang Telak atas Fiji, Hariri dan Dicky Dua Gol
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







