JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) memberikan apresiasi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) atas penerimaan penyandang disabilitas sebagai anggota baru dalam tubuh kepolisian. Hal ini menunjukkan langkah positif dalam inklusi masyarakat. Dalam pernyataannya, Direktur Eksekutif Lemkapi, Dr. Edi Hasibuan, menyatakan bahwa semakin banyak individu dari komunitas disabilitas yang diterima menjadi anggota Polri. Dia juga menegaskan bahwa hasil riset yang dilakukan di lapangan menunjukkan kebijakan ini mendapatkan banyak dukungan dan pengakuan dari masyarakat. Sekarang, tambahnya, para penyandang disabilitas memanfaatkan kesempatan ini untuk berkontribusi sebagai aparat penegak hukum. Dr. Edi mencatat bahwa setidaknya terdapat 37 penyandang disabilitas yang telah mengikuti proses rekrutmen untuk posisi bintara Polri di seluruh Indonesia pada tahun 2024. Rekrutmen untuk masuk ke dalam Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) tahun ini juga memberikan kesempatan bagi kelompok disabilitas, di mana dua orang dari kelompok tersebut berhasil lulus tes. Edi mengapresiasi langkah Polri yang terbuka terhadap penerimaan anggota baru dari kalangan disabilitas, mengingat peran polisi sebagai pelayan, pelindung, pengayom, dan penolong masyarakat. Keputusan Polri untuk mengakomodasi penyandang disabilitas sebagai anggotanya membawa sukacita bagi keluarga mereka. Banyak dari keluarga tersebut tidak menyangka bahwa anak mereka yang memiliki keterbatasan fisik dapat menjadi bagian dari instansi kepolisian. Salah satu contoh inspiratif adalah Nur Fatia Azzahra, seorang penyandang disabilitas dari Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang baru saja lulus menjadi bintara Polri. Fatia mengungkapkan perasaannya yang campur aduk antara kegembiraan, haru, dan kebanggaan setelah berhasil melewati serangkaian proses seleksi. Dia lulus dalam sidang akhir penerimaan anggota Polri Gelombang II pada tanggal 5 Juli. Saat ini, Fatia sedang mempersiapkan diri untuk pendidikan Polisi, termasuk dari segi fisik dan mental, di mana ia menyadari tantangan yang akan dihadapinya. Fatia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada kepolisian yang telah membuka kesempatan seleksi khusus untuk penyandang disabilitas. Ia berharap keberhasilannya dalam mengikuti pendidikan Polri dapat menjadi motivasi bagi penyandang disabilitas lainnya. "Saya ingin lebih banyak individu dengan disabilitas yang berhasil, dan mereka harus selalu percaya pada diri sendiri. Keterbatasan fisik bukan penghalang untuk meraih prestasi," ujarnya dengan semangat. ANTARA