BORNEONEWS, Sampit - Munti, 84, warga Jl HM Arsyad Km 47, Desa Samuda Kecil, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kotawaringin Timur, tewas ditabrak truk tangki DA 1617 AL, yang disopiri Gusti Selamet. Korban tewas saat hendak menyebrang jalan untuk membeli es batu buat berbuka puasa.

Kecelakaan lalu lintas itu terjadi pada Rabu (22/6/2016) sekitar pukul 17.30 WIB. Korban mengalami luka berat di sekujur tubuhnya, karena terpental beberapa meter dari tempat semula ditabrak.

“Nyawa korban tidak dapat diselamatkan, karena lukanya sangat parah dan tewas di tempat kejadian,” ujar Subhan,  warga desa tersebut.

Nenek Munti tersebut mengalami luka parah di bagian kepala, lengan dan kakinya. Warga sekitar yang berupaya menyelamatkannya, tidak berhasil karena nyawa perempuan itu sudah tidak ada lagi.

Sementara kejadian tersebut bermula saat pukul 17.00 WIB, saat itu sudah menjelang berbuka puasa. Karena di rumahnya tidak ada es batu, korban memutuskan untuk membelinya di warung yang berada di seberang rumahnya.

Dia pun memutuskan untuk menyeberang dengan berjalan kaki. Entah korban melihat atau tidak truk tangki itu. Tiba-tiba sejumlah warga yang saat itu masih berada di luar rumah langsung dikagetkan dengan bunyi rem dari truk tersebut. Setelah dilihat, ternyata Munti sudah tergeletak tak berdaya akibat ditabrak oleh truk tangki itu.

Setelah kejadian itu, warga langsung mengamankan sopir truk itu dan menghubungi kepolisian. Ketika aparat datang, korban langsung di evakuasi untuk di visum. Sedangkan keluarganya langsung menyemayamkan Munti pada Kamis (23/5/2016). (M HAMIM/m)