SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, Menteri Sosial Tri Rismaharini menekankan kepada 16.827 mahasiswa baru Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tentang kompleksitas tantangan yang akan dihadapi di masa depan. Ia menegaskan perlunya mental yang tangguh dan keberanian untuk melakukan perubahan demi mencapai kemajuan. Dalam sambutannya pada acara pengukuhan mahasiswa baru, Rismaharini menyatakan, "Tantangan ke depan semakin beragam dan memerlukan mental yang kuat. Kalian harus siap untuk berubah agar dapat bertahan di tengah dinamika yang ada." Pujian disampaikan kepada pihak Unesa yang telah memberikan kesempatan kepada semua anak bangsa, termasuk mereka yang memiliki disabilitas, untuk menempuh pendidikan tinggi. Ia mendorong mahasiswa baru untuk memanfaatkan kesempatan belajar demi pengembangan diri. Menurutnya, prestasi baik dalam akademik maupun aktivitas non-akademik akan dihasilkan dari proses belajar yang maksimal. "Semua mahasiswa baru memiliki potensi untuk berhasil. Kesempatan ini diberikan oleh Tuhan kepada setiap orang tanpa memandang latar belakang. Kejar cita-citamu setinggi mungkin, teruslah belajar, sukses pasti akan menyusul," ujarnya. Sebagai motivasi, Rismaharini mengisahkan tentang Gading Ogi Saputra, seorang mahasiswa disabilitas yang berjuang menghadapi berbagai rintangan hingga meraih keberhasilan. "Saya yakin perjuangan tidaklah mudah. Untuk itu, tetaplah bersemangat dan jangan pernah menyerah. Jika orang tua tidak memiliki kemampuan, kalian harus berusaha untuk mengubah keadaan tersebut. Ini bukan hanya untuk masa depan diri sendiri, tetapi juga bagi kemajuan bangsa ini," tambahnya. Di akhir sambutannya, Rismaharini berpesan agar mahasiswa menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. "Ketika kalian kembali ke daerah, buatlah perubahan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Saya yakin, mahasiswa Unesa dapat berkontribusi dalam mengubah masa depan bangsa," ungkapnya. Rektor Unesa, Prof Nurhasan, menegaskan bahwa mahasiswa baru adalah harapan untuk dinamika dan kemajuan bangsa di masa yang akan datang. Ia menginginkan agar mahasiswa berperan sebagai penggerak perubahan dan mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang. Kesempatan belajar di perguruan tinggi harus dimanfaatkan untuk memperkuat kemampuan diri. Nurhasan menekankan beberapa poin penting yang perlu dimiliki mahasiswa, di antaranya adalah penguatan integritas, yang mencakup kejujuran dan disiplin, sebagai faktor penentu kesuksesan. Dari integritas ini, diharapkan lahir berbagai inovasi yang menjadikan mahasiswa sebagai individu yang kreatif di tengah situasi yang tidak menentu. Ia juga mengingatkan akan pentingnya bersikap sebagai pembelajar seumur hidup, serta kegigihan dalam usaha untuk selalu menjadi lebih baik. Menurut ahli, pola pikir yang baik akan menjadikan seseorang memiliki motivasi dan keberanian bertindak. Selanjutnya, ia menekankan pentingnya sifat kewirausahaan atau *sociopreneurship*, yang memungkinkan pengembangan inovasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Jangan ragu untuk bermimpi, dan lebih dari itu, juangkanlah mimpi sampai terealisasi. "Pasanglah cita-citamu setinggi langit, apabila jatuh, kalian akan terjatuh di antara bintang-bintang. Saya berharap, kalian menjadi duta peradaban yang dapat menjaga dan mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara kita," tutupnya. ANTARA