**Borneonews - Jakarta**, PT Sucofindo berpihak pada inisiatif pengurangan emisi karbon melalui strategi *carbon offsetting*, yang melibatkan pembelian Sertifikat Pengurangan Emisi (SPE) dari berbagai proyek mitigasi perubahan iklim yang telah terdaftar di Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI).
Direktur Utama Sucofindo, Jobi Triananda, menyatakan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata dari komitmen mereka dalam melakukan *carbon offsetting* melalui akuisisi Sertifikat Karbon dari proyek-proyek yang berkelanjutan. Pembelian SPE ini dilakukan melalui PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menyelenggarakan Bursa Karbon, yang dikenal dengan nama *IDXCarbon*. Langkah ini diambil sebagai bagian dari usaha untuk mengimbangi emisi karbon yang dihasilkan selama acara Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2024, yang diorganisir oleh Sucofindo pada tanggal 31 Juli 2024.
Proyek-proyek keberlanjutan yang dikaitkan dengan pembelian SPE ini meliputi pembangkit listrik berbahan bakar gas bumi, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Blok 3 PJB Muara Karang, serta proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong, yang terdiri dari Unit 5 dan Unit 6.
Jobi menambahkan bahwa pembelian ini dilakukan untuk mengompensasi emisi yang ditimbulkan dari penyelenggaraan acara ENSIA 2024. Dalam acara tersebut, Sucofindo mengedepankan kegiatan dengan rendah emisi dan mengadopsi prinsips *Meeting, Incentive, Conference and Exhibition* (MICE) Sustainability.
Selain inisiatif tersebut, Sucofindo juga menawarkan layanan lain yang mendukung pengurangan emisi. Salah satunya adalah layanan Validasi dan Verifikasi, serta konsultasi mengenai *Environment, Social, and Governance* (ESG) yang dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kesadaran dan reputasi perusahaan terkait dengan penilaian ESG sesuai kebutuhan investor dan penyedia dana investasi dalam menerapkan *ESG Roadmap*.
Konsultasi mengenai *roadmap* ESG sangat penting bagi pemangku kebijakan dalam mempersiapkan penilaian terhadap pengelolaan risiko serta peluang yang berkaitan dengan isu keberlanjutan, dengan fokus pada tiga elemen utama, yaitu lingkungan, dampak sosial, dan struktur tata kelola.
Sucofindo juga menyediakan berbagai layanan lain seperti audit energi, konsultasi mengenai *sustainable mining*, sertifikasi *green office*, sertifikasi *green building*, serta konsultasi di sektor energi baru terbarukan (EBT). Selain itu, mereka juga menawarkan manajemen proyek hijau, Sertifikasi Industri Hijau, layanan laboratorium lingkungan, dan Sertifikasi Green Gold Label (GGL).
ANTARA
Sucofindo Dukung Pengurangan Emisi Melalui Carbon Offsetting
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Prabowo Sebut Ekonomi RI Peringkat 7 Dunia
Tertusuk Besi saat Kejar Api di Lokasi Kebakaran di Martapura
Prabowo Serahkan Rp53,15 T Kredit Produktif untuk 2 Juta Lebih Debitur
Warung di Jalan Pramuka Sampit Ludes Terbakar Akibat Karhutla
Kapuas Mengaji Dicanangkan di Pulau Petak
Menekraf Dorong Ekraf jadi Penggerak Pertumbuhan Negara Berkembang
Komentar (0)
Memuat komentar…







