JAYAPURA –
**Borneonews - Jayapura**, Produksi ikan tuna di Kota Jayapura, Papua, tercatat mencapai 45 ton per tahun. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan, mengingat potensi yang tersedia di daerah tersebut cukup besar. Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura, Matheys Sibi, menjelaskan bahwa permintaan untuk komoditas ikan tuna dan cakalang ke pasar internasional menunjukkan tren yang positif. Beberapa perusahaan lokal telah membangun jaringan ekspor yang rutin ke negara-negara seperti Amerika Serikat dan Jepang, sehingga memperkuat posisi Kota Jayapura sebagai salah satu hub perikanan. Sibi menekankan bahwa hal ini merupakan peluang besar bagi nelayan setempat untuk meningkatkan hasil tangkapan mereka. Ia melihat adanya kebutuhan investasi untuk mengoptimalkan kegiatan ekspor demi memastikan bahwa potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal. Ia juga menyatakan perlunya regulasi yang dapat menarik minat investor untuk berinvestasi di Kota Jayapura. Dengan dukungan dari pihak swasta, diharapkan potensi ikan tuna dapat dikelola dengan lebih baik. Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk menyediakan sarana dan prasarana yang diperlukan bagi kelompok nelayan. Ini bertujuan untuk mendongkrak jumlah produksi hasil tangkapan yang dihasilkan oleh nelayan lokal. Sibi menambahkan bahwa perlu dilakukan pendampingan teknis bagi kelompok perikanan. Langkah ini penting agar manajemen dan pengelolaan keuangan usaha mereka dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan. Lebih lanjut, jika kegiatan ekspor ikan tuna secara rutin dapat dilaksanakan dan investor mulai masuk ke Kota Jayapura, maka dampaknya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Papua akan sangat positif. Ketersediaan sumber daya laut dan perikanan yang melimpah menjadi daya tarik bagi para distributor ikan tuna untuk melakukan investasi di daerah ini. ANTARA