JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menegaskan pentingnya peran aktif perempuan dan perlindungan anak dalam upaya mencegah serta menangani ekstremisme dan terorisme. Ia menyatakan bahwa kontribusi kedua kelompok ini sangat vital untuk memutus mata rantai terorisme yang sering kali berakar dari lingkungan keluarga. Pernyataan ini disampaikan Wapres dalam sambutannya di acara Penganugerahan Penghargaan Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme di Indonesia (RAN PE Awards) 2024. Acara tersebut diadakan di Jakarta pada hari Senin. Ia menjelaskan bahwa dampak terorisme tidak hanya terasa secara fisik, tetapi juga secara psikologis. Oleh karena itu, peran perempuan dan anak sangat krusial dalam membuat langkah-langkah pencegahan yang efektif. Ke depan, Wapres menekankan perlunya kolaborasi antar berbagai pihak untuk memperkuat pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme periode 2025-2029. "Dapatkan kerjasama yang solid dan hilangkan batasan-batasan birokrasi yang dapat menghalangi upaya kita dalam menjaga stabilitas keamanan nasional dari berbagai ancaman yang dapat memecah belah kesatuan bangsa," ungkapnya. Selanjutnya, Wapres juga mendorong agar fokus dari implementasi RAN PE diarahkan kepada program dan kegiatan yang berdampak langsung dan nyata bagi masyarakat. Ia menyarankan kerjasama dengan pesantren serta organisasi masyarakat sipil yang memiliki kemampuan untuk turun langsung ke lapangan. Tiga hal penting menjadi perhatian, yaitu mendengarkan masukan terkait penguatan RAN PE, memahami situasi lokal, serta menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Menyusul itu, Wapres meminta kepada pemerintah daerah agar lebih aktif dalam melaksanakan aksi RAN PE. Ia menilai bahwa pemerintah daerah memiliki pemahaman mendalam tentang kondisi sosial, budaya, dan dinamika lokal, sehingga keterlibatannya sangat penting untuk memberikan respons yang cepat terhadap ancaman terorisme. Di akhir sambutannya, Wapres menyampaikan selamat kepada semua penerima penghargaan RAN PE 2024 yang telah berkomitmen dan berkontribusi dalam upaya pencegahan serta penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan di Indonesia. Ia juga memberikan apresiasi kepada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) serta semua lembaga yang telah berkolaborasi dalam pelaksanaan RAN PE. Sebelumnya, Kepala BNPT, Komjen Pol. Mohammed Rycko Amelza Dahniel, melaporkan bahwa hingga akhir Juli 2024, sebanyak 126 dari 130 aksi RAN PE telah dilaksanakan, yang menunjukkan tidak ada serangan terorisme terbuka yang terjadi dari tahun 2023 hingga Agustus 2024. Indeks Terorisme Global (Global Terrorism Index) Indonesia menunjukkan perbaikan, dengan posisi meningkat dari 24 atau *medium impact* pada tahun 2022 dan 2023, menjadi posisi 31 atau *low impact* pada tahun 2024. Walaupun demikian, BNPT tetap menekankan pentingnya komitmen berkelanjutan dalam RAN PE, mengingat ideologi intoleransi dan kekerasan tidak akan hilang dan terus bertransformasi dalam berbagai bentuk. Kaum perempuan dan anak menjadi sasaran utama dalam hal ini. "Oleh karena itu, kami meminta dukungan dari Bapak Wakil Presiden dan semua pemangku kepentingan agar rancangan peraturan presiden tentang keberlanjutan RAN PE pada periode berikutnya dapat segera ditetapkan. Kelanjutan ini akan mengedepankan pendekatan *human security* yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan," ujar Rycko. ANTARA