BORNEONEWS, Palangka Raya - Bulan Ramadhan dan menjelang lebaran merupakan bulan yang paling diwaspadai Rumah Tahanan Kelas II A Palangka Raya. Benar, memang bulan ini penuh berkah dan lain sebagaimana jika dilihat dari sisi agama.

Namun terselip rasa ekstra ketat petugas untuk mengawasi para tahanan maupun narapidana. Pasalnya di momen tersebut aktivitas malam lebih banyak dilakukan. Setelah salat tarawih, dilanjutkan kegiatan tadarus hingga pukul 22.00 WIB. Pada momen itulah antipasi terjadinya perilaku ingin bebas cepat diperketat.

“Bulan puasa dan jelang lebaran sangat tinggi kerawanannya. Oleh sebab itu, penjagaan ekstra ketat kita lakukan,” kata Kepala Rutan Kelas II A Palangka Raya Tunggul Buwono kepada wartawan, Kamis (23/6/2016).

Selain aktivitas malam, jadwal kunjungan juga berbeda di hari biasa. Jika biasanya hanya satu kali dalam sehari, tapi di bulan ini jadwal dua kali yakni pagi dan sore. Untuk saat ini, lanjut dia, belum ada lonjakan jumlah pembesuk di rutan itu.

“Belum ada. Sekarang masih rata-rata 60-70 per hari. Biasanya peningkatan jumlah pengunjung terjadi ketika hari lebaran. Kita juga menyiapkan tenda di dalam,” ungkapnya.

Dia menuturkan, saat ini rutan dihuni oleh 492 pelaku tindak pidana dari seharusnya hanya 105 orang. Dari jumlah tersebut, 350 orang di antaranya adalah muslim. Dari jumlah itu pula, 125 tahanan laki-laki adalah kasus narkotika. Sedangkan perempuannya ada 14 tahanan. Kemudian narapidana laki-laki kasus narkotika berjumlah 28 orang, sedangkan narapidana perempuan lima orang.

“Nah jadi dari 350 orang muslim, itu gantian dalam melaksanakan tarawih. Memang setiap orang tidak bisa setiap hari. Karena kita juga keterbatasan petugas,” katanya.

“Kita ada 53 petugas termasuk saya. Regu pengamanan ada 16 orang. Kemudian di bagi menjadi empat regu sehingga per sips berjumlah empat orang. Nah empat orang itu menjaga di P1 sebanyak satu orang, P2 dua orang, blok satu orang dan atas pos satu orang. Nah di atas pos ini biasanya bergantian dengan yang ada di blok. Bayangkan dari jumlah petugas ini mengamankan sekian banyaknya orang,” tuturnya. (BUDI YULIANTO/m)