JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pimpinan baru Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, menyatakan adanya peran penting yang dimainkan oleh calon presiden Prabowo Subianto dalam perjalanan kariernya. Dalam pernyataannya di Jakarta, Ikrar mengungkapkan pengalamannya sebagai anggota diaspora Indonesia yang telah bekerja serta menempuh pendidikan di berbagai negara seperti Indonesia, Jepang, Eropa, dan Italia, dan pernah tinggal di Amerika Serikat. Sejak bulan Maret, Ikrar menjalani serangkaian evaluasi serta tes kelayakan sebagai kandidat untuk menggantikan Penny Lukito, pendahulunya. Prabowo, yang merupakan tokoh berpengaruh, merekomendasikannya untuk posisi tersebut. Akhirnya, setelah melalui wawancara final pada malam sebelumnya, dia dinyatakan terpilih dan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Presiden Joko Widodo atas penunjukkan ini. Taruna Ikrar, yang sebelumnya menjabat sebagai pegawai BPOM dari tahun 2008 hingga 2022, kini berupaya mendorong lembaga yang dipimpinnya untuk tampil di tingkat internasional. Dia menekankan bahwa peningkatan kualitas dan reputasi BPOM diperlukan agar lembaga ini dapat bersaing di pasar global. Hal ini dijelaskan dengan harapannya agar produk yang disetujui oleh BPOM dapat diterima secara internasional, sehingga dapat memperkuat ekspor Indonesia. Inovasi dalam proses regulasi obat dan makanan menjadi fokus utamanya. Ikrar berpendapat bahwa untuk meningkatkan efisiensi dan mengikuti perkembangan teknologi, penting untuk menerapkan legalisasi obat yang telah diadopsi oleh negara lain, sambil tetap merujuk pada standar yang ada. Dalam konteks sektor pangan, dia mencermati bahwa kemajuan teknologi, termasuk rekayasa genetik, telah melahirkan inovasi besar, seperti produksi daging dari sel. Selain itu, Ikrar juga menekankan perlunya pengembangan lebih lanjut atas potensi produk lokal, termasuk *jamu*, minuman herbal khas Indonesia. ANTARA