BATAM –
**Borneonews - Natuna**, Pemerintah Kabupaten Natuna di Kepulauan Riau baru-baru ini menyelenggarakan pelatihan untuk pemandu geowisata bagi penggiat wisata lokal. Pelatihan ini berlangsung selama empat hari di salah satu penginapan yang terletak di Kecamatan Bunguran Timur, dimulai pada tanggal 19 Agustus hingga 22 Agustus 2024. Asisten II Bidang Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Natuna, Basri, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan pemandu wisata yang memiliki kompetensi tinggi. Dengan adanya pemandu yang berkualitas, diharapkan akan ada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Natuna. Menurutnya, destinasi wisata di Natuna memiliki ciri khas yang tidak banyak dimiliki daerah lain, salah satunya adalah adanya taman bumi nasional. Basri menambahkan, "Natuna ini sebenarnya luar biasa bagi orang luar, sebab kita memiliki perkampungan di atas air, kita juga memiliki masjid yang bersebelahan dengan klenteng." Pernyataan ini menunjukkan kekayaan budaya serta daya tarik wisata yang ada di Natuna. Selanjutnya, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna, Wan Andriko, menjelaskan bahwa pelatihan ini memiliki beberapa sasaran penting. Peserta diharapkan dapat memahami cara merencanakan dan melaksanakan pemanduan geowisata dengan baik, serta mengetahui langkah-langkah untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan budaya lokal. Di samping itu, mereka juga akan mendapatkan pengetahuan tentang cara menyajikan informasi geowisata dengan tepat. Wan Andriko menjelaskan, "Sumber anggaran untuk kegiatan ini berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik tahun 2024." Kegiatan pelatihan ini dirancang dengan berbagai metode, termasuk pemaparan materi, diskusi, kerja kelompok, dan praktik langsung. Peserta pelatihan terdiri dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) cabang Natuna, berbagai komunitas yang mendukung pariwisata dan budaya, serta kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Dengan pelaksanaan pelatihan ini, diharapkan para pemandu geowisata dapat meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi mereka, sehingga dapat memenuhi standar kompetensi kerja nasional Indonesia dalam bidang kepemanduan geowisata. ANTARA