**Borneonews - Sumba Barat**, Tim Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) baru-baru ini mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk merevitalisasi legenda ke dalam bentuk *sastra digital* di Waikabubak, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan ini melibatkan para pengajar dan mahasiswa yang terdiri dari beberapa nama, antara lain Hendra Kaprisma, Diah Kartini Lasman, Suma Riella Rusdiarti, Sadina Aimee Prasetya, Joanna Abigail, Cut Zahara, Naura Nevitha, serta Najwa Sihombing.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Dr. Hendra Kaprisma, menjelaskan bahwa tahun ini fokus kegiatan adalah pada digitalisasi sastra lisan yang ada di wilayah NTT. Dalam program ini, sebuah kisah yang dipilih sebagai model untuk didigitalisasi. Kisah tersebut berjudul Lingu Lango, yang merupakan legenda tentang seorang wanita bangsawan dari Lamboya. Ia dikenal karena keberanian dan kecerdasannya dalam menghadapi 36 perampok yang mengancam kampungnya.
Dr. Hendra Kaprisma menambahkan, "Kisah Lingu Lango akan dikembangkan menjadi komik dwi bahasa. Dengan begitu, cerita ini dapat lebih mudah dinikmati dan dipahami, khususnya oleh generasi muda saat ini."
Dalam kegiatan ini, Tim FIB UI bekerja sama dengan Rumah Seni Wanno. Ini merupakan bagian dari program kerja sama berkelanjutan dengan Dinas Pariwisata Sumba Barat untuk menyelenggarakan Festival Budaya Sumba yang mengangkat tema "Legenda, Sastra, dan Revitalisasi."
Selanjutnya, Dr. Suma Riella Rusdiarti memberikan penjelasan mengenai festival tersebut. Dia menyampaikan bahwa festival ini akan mencakup pameran kain tenun tradisional, pagelaran budaya Sumba, serta pameran kampung adat Sumba dalam bentuk digital. Dengan penggunaan teknologi digital, diharapkan pameran tersebut dapat menjangkau audiens yang lebih luas, sehingga warisan budaya tersebut tidak akan hilang seiring berjalannya waktu.
Diah Kartini Lasman turut menambahkan bahwa acara ini merupakan langkah nyata untuk memberdayakan masyarakat Sumba Barat. Festival ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk lokal dan memperkenalkan kekayaan budaya Sumba kepada dunia internasional. Diangkatnya kisah Lingu Lango juga memberikan pesan penting mengenai isu kesetaraan gender dan ketangguhan perempuan dalam menghadapi budaya patriarki.
Pengabdian masyarakat FIB UI dengan tema "Revitalisasi Budaya dalam Komik Legenda Sumba Pasola" dijadwalkan berlangsung dari Juli 2024 hingga Desember 2024. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal dan membantu melestarikan budaya yang telah ada sejak lama.
ANTARA
Revitalisasi Legenda Lingu Lango ke Dalam Sastra Digital di Sumba Barat
Bagikan:

BOGOR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bupati Kotim Prihatin Kebun Warga Terbakar dan Terancam Kehilangan Penghasilan
Kim Jong-un Kunjungi China Jelang Peringatan Perang Korea
Pemkab Kobar Dorong Untama Jadi PTN dan Buka Fakultas Kedokteran
Acara Pemakaman di Gereja Yordania Diserang, Tujuh Orang Tewas
Kabut Asap Tebal Ganggu Penyeberangan Feri Mawar Kuala Kapuas
Pelaku Penggelapan Pajak Rp1,1 Miliar Diserahkan ke Jaksa
Komentar (0)
Memuat komentar…






