BORNEONEWS, Sampit - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mulai mendeteksi kemunculan titik panas atau hotspot di Kabupaten Kotawaringin Timur, pada Kamis (23/6/2016).

Titik panas di Kotim terdeteksi di wilayah selatan, yakni di Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Belum dipastikan apakah titik panas tersebut merupakan kebakaran lahan atau bukan. Meski jumlahnya hanya satu, namun ini menjadi peringatan dini bagi pemerintah daerah dan pihak terkait untuk waspada. Pencegahan dini harus dilakukan agar kebakaran lahan dan kabut asap tidak sampai terjadi lagi di daerah ini.

Sesuai data rilis dari BMKG, cuaca di Sampit dan sekitarnya selama dua hari yakni pada Jumat  (24/6/2016) hingga Sabtu pukul 07.00 WIB cerah berawan. Jarak pandang berkisar 5000 hingga 10.000 meter. Suhu antara 23 sampai 34 derajat celsius dan kelembaban udara 50 sampai 98%.

Arah angin diperkirakan bertiup dari Selatan dengan kecepatan rata-rata 12 kilometer per jam. Tinggi gelombang di perairan Kalimantan dan Jawa rata-rata 0,5 sampai 1,25 meter, namun harus tetap diwaspadai karena cuaca buruk bisa kapan saja terjadi sehingga harus diwaspadai.

Selain di Kotim, titik hotspot juga terpantai di kabupaten lain di Kalimantan Tengah, yakni Kabupaten Gunung Mas.

Memasuki musim kemarau saat ini sangat rawan terjadi kebakaran lahan seperti pada 2015. Meski saat ini hujan masih sering turun, namun segala kemungkinan bisa saja terjadi.

“Makanya kami terus mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada ancaman kebakaran lahan. Selama ini kami rutin melakukan sosialisasi dan pelatihan anggota balakar di tingkat kecamatan dan desa di Kotim,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotim, Sutoyo. (RAFIUDIN/m)