JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Direktur Riset dan Investasi dari Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengungkapkan bahwa dampak dari *reshuffle* kabinet terhadap pasar saham Indonesia cenderung terbatas. Menurutnya, dinamika politik saat ini belum menunjukkan perubahan signifikan di pasar saham, mengingat perubahan ini merupakan bagian dari proses transisi antara Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Nico Demus menjelaskan lebih lanjut bahwa transisi ini dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Dari perspektif yang positif, perubahan ini dapat mempermudah proses transisi dan meningkatkan efisiensi sehingga dapat berjalan lebih cepat. Ia juga menambahkan bahwa para pelaku pasar saat ini tengah memonitor kondisi perekonomian global, termasuk menantikan pembicaraan Jerome Powell di Jackson Hole, data ketenagakerjaan di Amerika Serikat, dan Minutes Meeting dari The Federal Open Market Committee (FOMC). Walaupun pelantikan dan penyusunan jajaran kabinet baru akan menarik perhatian pasar, Nico menyatakan bahwa secara umum sentimen pasar saat ini masih berfokus pada ekspektasi penurunan suku bunga acuan oleh The Fed pada bulan September 2024, yang memberi pengaruh pada pergerakan pasar di hari Senin tersebut. Namun, cita rasa optimis bercampur keraguan terlihat dari ketidakpastian pelaku pasar mengenai kebijakan suku bunga yang diambil oleh Jerome Powell. "Terlepas dari optimisme yang ada, keraguan terhadap arah kebijakan suku bunga tetap ada, sehingga membuat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampak berfluktuasi," jelas Nico. Pada hari ini, Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Rosan Roeslani sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), serta Supratman Andi Agtas sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Pelantikan ini diharapkan dapat membawa dinamika baru dalam kebijakan pemerintah ke depan. ANTARA