BORNEONEWS, Pulang Pisau - Lawang Sekepeng adalah budaya Dayak Kalteng, menampilkan seni beladiri yang bisanya ditampilkan dalam penyambutan tamu maupun pernikahan adat Dayak.
Pelaksana tugas Kadis Disbudporapar Pulang Pisau Reliasi menyampaikan, Pemkab Pulang Pisau mengharapkan Lawang Sekepeng tradisi untuk memutuskan benang (Lawai) yang diikatkan pada dua tiang dengan makna menyingkirkan halangan dan rintangan ini, harus terus dilestarikan turun temurun.
"Lewat lomba Lawang Sekepeng dalam kegiatan Festival Budaya Handep Hapakat ini, mempertahankan budaya Dayak yang sudah ada sejak nenek moyang dulu, supaya tidak hilang dan punah," kata Reliasi Senin, 19 Agustus 2024.
Selain itu, melalui lomba ini Relasi mengharapkan anak muda dan masyarakat pada umumnya yang semakin termotivasi melestarikan budaya lokal.
Sementara itu, dalam lomba yang digelar di Rumah Betang Bandar ini, diikuti 15 tim putra dan 4 tim putri dari Kabupaten Pulang Pisau. Setiap peserta diberi waktu maksimal 7 menit menampilkan keahlian Lawang Sekepeng.
--page
Digelarnya lomba itu juga sebagai sarana pencarian anak muda yang memiliki dalam seni Budaya Lawang Sekepeng yang kedepan akan ditampilkan di acara Festival Budaya Isen Mulang Tingkat provinsi, juga salah satunya menarik para wisatawan," ujar Reliasi.(RETHA/)









