BANTEN –
**Borneonews - Rangkasbitung**, Pemerintah Kabupaten Lebak, yang terletak di Banten, tengah mengembangkan upaya guna mencegah masalah stunting atau kekerdilan pada anak-anak usia di bawah lima tahun. Inisiatif ini bertujuan untuk mempersiapkan kualitas sumber daya manusia yang optimal menuju Generasi Emas tahun 2045. Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lebak, Tuti Nurasiah, menyatakan bahwa partisipasi dari berbagai pihak sangat vital dalam mendorong pencegahan stunting. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan kunci untuk mengatasi masalah kekerdilan secara efektif. Lebak memiliki komitmen yang kuat untuk mencapai kondisi *zero new stunting*, yang berarti tidak ada kasus stunting baru hingga generasi yang akan datang. Untuk mencapai hal ini, Pemerintah Kabupaten Lebak menjalin kerja sama yang baik dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi lain, serta sektor swasta termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Statistik terbaru menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Kabupaten Lebak telah menurun, dengan jumlah balita yang mengalami stunting saat ini mencapai 4.099 atau sekitar 3,74 persen dari total 109.575 balita. Angka ini menunjukkan penurunan dari sebelumnya yang tercatat sebesar 4,07 persen. Penurunan ini dipandang sebagai hasil dari intervensi yang dilakukan melalui penyaluran makanan bergizi dan susu, serta pemeriksaan kesehatan yang rutin bagi balita. Selain itu, dalam upaya pencegahan stunting, remaja putri juga diberikan Tablet Tambah Darah (TTD). Ibu hamil diharapkan untuk menjalani proses persalinan dengan bantuan tenaga medis, baik dokter maupun bidan. Untuk pasangan calon pengantin baru, mereka diharuskan terdaftar dalam aplikasi *elsimil* yang dikelola oleh BKKBN, serta mengikuti penyuluhan dan pembinaan dari petugas Kantor Urusan Agama (KUA) setempat. Seluruh calon pengantin tersebut mendapatkan bimbingan tentang pentingnya pencegahan stunting, yang kian menunjang upaya untuk mengurangi angka stunting di daerah tersebut. Di sisi lain, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan dari Sekretariat Pemkab Lebak, Wahyu Hidayat, menekankan komitmen pemerintah daerah dalam menangani masalah stunting. Dia menyebutkan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk penanganan isu ini mencapai Rp148 miliar. "Wahyu juga menyatakan rasa syukur karena setiap bulan angka prevalensi stunting mengalami penurunan berkat kerjasama yang baik di antara semua pihak," ungkapnya. Inisiatif dan kolaborasi ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam kesehatan anak-anak di Kabupaten Lebak. ANTARA