JAKARTA –
**Borneonews - Damaskus**, Amerika Serikat (AS) telah melakukan pengiriman kembali berbagai jenis senjata dan peralatan militer dari Irak ke wilayah timur laut Suriah. Informasi ini disampaikan oleh seorang sumber militer Suriah kepada media Sputnik pada Minggu (18/8). Konvoi militer yang dikirim oleh AS terdiri dari empat puluh truk yang mengangkut berbagai barang, termasuk peralatan logistik, senjata, amunisi, serta tangki bahan bakar. Pengiriman ini dilaksanakan melalui titik perbatasan Al Waleed menuju provinsi Al Hasakah di Suriah. Sebelumnya, pada Sabtu (17/8), satu sumber informasi lainnya melaporkan bahwa konvoi yang terdiri dari 43 truk telah tiba di Al Hasakah dan bergerak menuju pangkalan militer AS yang berlokasi di wilayah tersebut. Pada awal bulan Agustus, seorang sumber dari Suriah juga memberikan keterangan bahwa militer AS yang berada di bagian utara Suriah telah meningkatkan latihan militer. Mereka secara intensif membawa kendaraan dan perlengkapan baru dan memperkuat keberadaan pangkalannya dengan penambahan menara pengamatan serta sistem pertahanan udara. Sejak terjadinya eskalasi konflik di Jalur Gaza awal bulan Oktober 2023, pasukan AS dan koalisi di Irak serta Suriah telah menjadi sasaran serangan berulang kali, baik itu rudal maupun *drone*. Kelompok-kelompok bersenjata yang mengaku sebagai Perlawanan Islam di Irak telah menyatakan bertanggung jawab atas sejumlah serangan tersebut. Serangan-serangan ini dipandang sebagai reaksi terhadap tindakan yang dilakukan oleh tentara Israel di Gaza, serta dukungan yang diberikan oleh Washington terhadap Israel, sebagaimana dicantumkan dalam pernyataan resmi dari kelompok-kelompok bersenjata tersebut. ANTARA