**Borneonews - Jakarta**, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmennya untuk segera mengatasi isu tingginya impor serta disparitas harga *liquefied petroleum gas* (LPG) di dalam negeri. Kolaborasi dengan Pertamina serta SKK Migas menjadi langkah awal yang akan diambil untuk menyelesaikan permasalahan ini.
Dalam pernyataannya, Bahlil mengungkapkan bahwa upaya yang akan dilakukan mencakup penyiapan lokasi guna mendirikan industri LNG lokal. Menyadari ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG, ia menekankan pentingnya kerjasama yang sinergis dengan SKK Migas dan Pertamina. Hal ini disampaikannya setelah acara serah terima jabatan yang digelar pada hari Senin di Jakarta.
Bahlil mengindikasikan perlunya diskusi dengan Pertamina dan SKK Migas untuk merancang solusi yang lebih konkret dan mendetail. Ia menyoroti bahwa perbedaan significant dalam harga LPG dapat menciptakan celah yang menguntungkan bagi masuknya barang-barang impor secara berlebihan. "Kita tidak boleh membiarkan selisih harga mencapai 50 hingga 60 dolar AS, karena ini menunjukkan adanya masalah yang perlu diselesaikan," ujarnya dengan tegas.
Ia menambahkan bahwa dalam dua bulan ke depan, tujuannya adalah memastikan bahwa harga LPG domestik dapat bersaing tanpa mengakibatkan kerugian pada pasar lokal. Bahlil menekankan pentingnya pengumpulan data yang akurat dari SKK Migas dan Pertamina untuk bertindak atas fenomena tingginya angka impor gas, terutama LPG. Hal ini akan menjadi acuan dalam pengambilan langkah-langkah strategis ke depan.
Lebih lanjut, Bahlil menyerukan pentingnya kolaborasi antara Pertamina, SKK Migas, dan pemerintah untuk menekan volume impor LPG agar tetap dalam batas yang wajar. Ia menekankan bahwa arahan dari Presiden Joko Widodo dan presiden terpilih Prabowo Subianto adalah untuk mempercepat hilirisasi LPG, upaya yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor dan meningkatkan kemandirian energi nasional.
"Direktur Utama Pertamina harus memastikan bahwa harga LPG di dalam negeri tidak lebih rendah dari harga impor. Ini adalah tantangan yang harus segera saya selesaikan dalam jangka waktu dua bulan," imbuh Bahlil.
Sebelum pelantikan, Presiden Joko Widodo resmi mengangkat Bahlil Lahadalia sebagai Menteri ESDM pada acara yang dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan tersebut mengikuti Keputusan Presiden Nomor 92P Tahun 2024 tentang Pengangkatan Menteri Negara dalam Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024.
Dalam acara tersebut, Bahlil juga melafalkan ikrar sumpah yang dipimpin oleh Presiden Jokowi. Ia berjanji untuk setia pada UUD 1945 dan akan menjalankan semua peraturan perundang-undangan dengan penuh tanggung jawab. Bahlil, yang adalah kader Partai Golkar dan sebelumnya menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM sejak 2019, kini harus menghadapi tantangan baru di bidang energi.
Sementara kursi Menteri Investasi/Kepala BKPM kini diisi oleh Rosan Roeslani yang juga dilantik pada hari yang sama.
ANTARA
Bahlil Lahadalia Berkomitmen Atasi Masalah LPG di Indonesia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Rian/Daniel ke Final Kudus Indonesia Masters Usai Menang Tiga Gim
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
MILLS Luncurkan Koleksi Musim Panas 2027 Bertajuk Next Inheritance
Pangkoops: Dua Anggota KKB Tewas Saat Kontak Tembak di Nduga
Polisi Selidiki Pesawat Asian One Air Tergelincir di Intan Jaya
Presiden Iran Akan Bahas Ekonomi, Isu Global dengan Putin
Komentar (0)
Memuat komentar…







