PADANG –
**Borneonews - Solok Selatan**, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan yang terletak di Sumatra Barat tengah melaksanakan berbagai upaya guna mencegah penyebaran penyakit *chikungunya*. Langkah tersebut mencakup pembersihan saluran air dan lokasi yang berpotensi menjadi tempat bersarangnya nyamuk *Aedes aegypti*, yang dikenal sebagai vektor penyebab penyakit tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan, Pendewal, menyampaikan bahwa meskipun telah dilakukan sejumlah tindakan pencegahan, seperti pemusnahan sarang nyamuk, distribusi bubuk abate, dan praktik *fogging* sebanyak dua kali, penyebaran penyakit ini masih belum terputus. Dalam rangka melanjutkan upaya pembersihan, kegiatan gotong royong di lingkungan sekitar telah dilakukan. Saat ini, tercatat sebanyak 86 kasus penyakit *chikungunya* telah dilaporkan terjadi, khususnya di Kampung Tarandam yang masuk dalam Kecamatan Sungai Pagu. Pendewal menambahkan bahwa sebelum kegiatan pembersihan dilaksanakan, kasus-kasus baru terus bermunculan, tak lain disebabkan banyaknya genangan air yang menciptakan habitat bagi nyamuk. Kegiatan pembersihan tersebut melibatkan kerja sama Pemkab Solok Selatan dengan masyarakat, aparat TNI, petugas kebersihan, serta jajaran pemerintah nagari dan kecamatan. Lokasi pembersihan difokuskan di Kampuang Tarandam, Nagari Pasar Muara Labuh, di mana banyaknya kasus *chikungunya* dilaporkan di wilayah itu. Ditegaskan oleh Camat Sungai Pagu, Ibrahim, komitmen pemerintah kecamatan untuk memutus penyebaran penyakit ini sangat kuat. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai salah satu cara untuk menyingkirkan nyamuk penyebab *chikungunya*. Sementara itu, penyakit *chikungunya* disebabkan oleh virus yang termasuk dalam keluarga Togaviridae, dalam genus *alphavirus*. Virus ini ditularkan oleh nyamuk *Aedes aegypti*, yang juga merupakan vektor bagi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Gejala yang ditunjukkan oleh penderita meliputi demam, nyeri sendi, kemerahan pada kulit, serta potensi lumpuh sementara yang dapat berlangsung hingga berbulan-bulan. Dengan adanya kegiatan pembersihan yang terkoordinasi ini, diharapkan penyebaran *chikungunya* dapat ditekan dan masyarakat dapat hidup dalam kondisi yang lebih sehat. ANTARA