**Borneonews - Jakarta**, Yenny Wahid, yang merupakan putri dari presiden ke-4 Republik Indonesia, K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), mengungkapkan harapannya agar Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin bisa berperan sebagai mediator dalam konflik antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Yenny menyatakan keinginan agar Kiai Ma'ruf Amin dapat mengambil inisiatif besar dengan memanggil para kiai sepuh serta bu nyai-bu nyai sepuh untuk berkumpul dan berdiskusi. Dia menekankan pentingnya melibatkan semua pihak terkait seperti Gus Yahya, Cak Imin, dan Gus Saiful dalam pertemuan tersebut. "Mari kita cari tahu apa yang menjadi kepentingan bersama untuk kemaslahatan semua," ujarnya usai audiensi dengan Wapres di kediaman resminya.
Gus Yahya, yang dikenal sebagai Yahya Cholil Staquf, saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PBNU. Sementara itu, Gus Saifulatau Saifullah Yusufadalah Sekretaris Jenderal PBNU, dan Cak Imin, yang merupakan Muhaimin Iskandar, bertindak sebagai Ketua Umum PKB.
Melalui pernyataannya, Yenny juga mengungkapkan kegelisahannya terhadap kondisi yang terjadi antara PBNU dan PKB saat ini. Dia dan Wapres sepakat bahwa keberadaan kedua organisasi ini merupakan berkah bagi bangsa Indonesia yang perlu dijaga bersama.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Yenny berharap Wapres, sebagai tokoh senior di NU, dapat memfasilitasi mediasi antara PBNU dan PKB guna menciptakan dialog yang konstruktif. "Penting untuk menutup kemungkinan adanya pengaruh-pengaruh eksternal yang dapat memperburuk situasi dan berdampak negatif terhadap kemaslahatan NU," tambahnya.
Dia menekankan, baik PBNU maupun PKB memiliki tujuan yang sejalan dalam mengusung nilai-nilai kebaikan di masyarakat. "NU adalah organisasi masyarakat yang seharusnya berjuang demi kepentingan rakyat. Begitu pula dengan PKB yang bertugas untuk memastikan bahwa kebijakan publik berorientasi pada kebaikan masyarakat. Keduanya adalah berkah bagi Indonesia yang perlu dilestarikan," paparnya.
Wapres Ma'ruf Amin sebelumnya juga menyatakan kesediannya untuk menjadi perantara dalam menyelesaikan konflik yang melanda PBNU dan PKB. Pernyataan ini disampaikan saat Wapres memberikan keterangan pers setelah meninjau MuseumKu Gerabah Timbul Raharjo di Kasongan, Bantul, D.I. Yogyakarta.
"Jika mereka memerlukan saya sebagai sosok yang bisa mengislahkan dan mendamaikan secara tulus dan ikhlas, saya sangat bersedia untuk itu," ungkap Wapres. Dia juga menekankan bahwa mendamaikan pihak-pihak yang berselisih merupakan panggilan agama, terutama karena dirinya adalah salah satu pendiri PKB dan memiliki pengalaman yang mendalam di lingkungan PBNU.
ANTARA
Yenny Wahid harap Wapres mediasi konflik PBNU dan PKB
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran di Kawasan Pasar Muara Uya Tabalong, Sedikitnya 10 Rumah Warga Terbakar
DPRD Kobar Apresiasi Pasar Murah Pemkab untuk Bantu Warga dan Tekan Inflasi Pangan
BEI Catat Sembilan Perusahaan Antre IPO hingga Oktober 2026
Hidup Normal di Tengah Kabut Asap, Pernikahan Adat Dayak Tetap Berlangsung
Sopir Ditemukan Kejang dan Mulut Berbusa di Dalam Mobil hingga Kaca Kendaraan Dipecahkan
OMC di Kalteng: Delapan Sortie, 5,2 Ton Dry Ice dan 2 Ton NaCl Ditabur dalam Sehari
Komentar (0)
Memuat komentar…







