**Borneonews - Lumajang**, Sinergi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) telah mendukung keberhasilan program ketahanan pangan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pencapaian ketahanan pangan yang lebih baik di wilayah tersebut.
Sebagai langkah konkret dalam mendukung program ketahanan pangan, TNI bekerja sama dengan PPL melaksanakan pendampingan panen padi di lahan pertanian seluas satu hektare yang dikelola oleh Kelompok Tani Asoka di Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto, pada sebuah hari yang baru-baru ini berlangsung. Aktivitas ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan lokal.
Sertu Sugiyanto, Babinsa Rojopolo, menegaskan bahwa kegiatan tersebut mencerminkan sinergi efektif antara TNI dan PPL dalam upaya meningkatkan hasil panen pertanian. Ia menilai keterlibatan Babinsa dalam kegiatan ini merupakan bukti nyata komitmen TNI untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi para petani di daerah setempat.
"Pendampingan yang dilakukan bertujuan untuk memfasilitasi petani dalam upaya meningkatkan hasil panen mereka serta mendukung keberhasilan program ketahanan pangan yang telah disusun," ungkapnya. Sugiyanto juga menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi yang lebih besar di mana peran aktif Babinsa sangat penting dalam memberikan dukungan teknis serta memberikan motivasi kepada para petani.
Kehadiran Babinsa di lokasi panen tidak hanya berfungsi sebagai pendamping, tetapi juga memberikan dampak positif berupa pengawasan yang lebih baik dan semangat bagi petani untuk lebih produktif dalam mengelola lahan pertanian mereka.
Di sisi lain, Deny Hariyanto, Petugas PPL di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Jatiroto, memberikan apresiasi positif terhadap kerja sama ini. Menurutnya, dukungan dari Babinsa sangat krusial dalam aspek teknis pertanian serta meningkatkan motivasi di kalangan petani. "Sinergi ini sangat berharga, mencerminkan kolaborasi positif antara pemerintah dan TNI dalam mendukung sektor pertanian," ujarnya.
Ketua Kelompok Tani Asoka, Nurul, menyatakan bahwa pada panen kali ini, mereka berhasil meraih hasil sekitar 5 ton padi dari lahan seluas 1 hektare, yang dirasa sangat memuaskan. Saya merasa pendampingan yang kami terima sangat bermanfaat dalam hal pengelolaan lahan serta teknis pertanian. Kami berharap kolaborasi ini dapat berlanjut agar hasil panen di masa mendatang dapat lebih meningkat," kata Nurul.
Kolaborasi antara Babinsa dan PPL di Desa Rojopolo menunjukkan potensi besar bagaimana sinergi antara TNI dan masyarakat dapat memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal dan membantu meningkatkan kesejahteraan para petani. Program Upsus Ketahanan Pangan yang diinisiasi oleh pemerintah memiliki tujuan tidak hanya untuk meningkatkan produksi makanan, tetapi juga untuk memperkuat ketahanan pangan nasional secara keseluruhan.
ANTARA
Sinergi TNI dan PPL Meningkatkan Ketahanan Pangan di Lumajang
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Timnas Indonesia U15 Menang Telak atas Fiji, Hariri dan Dicky Dua Gol
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Indonesia Lampaui Target Emas Asian Para Games 2026
Komentar (0)
Memuat komentar…







