**Borneonews - Surabaya**, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menyerukan kepada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk mengembalikan peran kepemimpinan ulama dalam struktur organisasi partai tersebut. Dalam pernyataannya, ia menjelaskan bahwa keinginan ini bermula dari hasil pertemuan dengan para kiai sepuh yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
"Pada kesempatan yang kami laporkan kepada para kiai sepuh, mereka dengan tegas memerintahkan kami untuk melanjutkan usaha ini dengan sungguh-sungguh. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa kepemimpinan ulama di PKB dapat kembali terpenuhi," ungkap Gus Yahya setelah pertemuan berlangsung di Kantor PCNU Kota Surabaya pada Senin.
Gus Yahya menekankan bahwa komitmen ini akan terus berlanjut sampai aspirasi PBNU untuk PKB bisa terwujud dengan nyata. Dia menegaskan, "Kami tidak akan berhenti sebelum mencapai keberhasilan. Amanah dari para kiai menegaskan bahwa kami mesti terus berusaha dan tidak boleh menyerah."
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Rais Aam PBNU KH Anwar Iskandar menekankan bahwa upaya ini adalah bagian dari langkah untuk memperbaiki hubungan antara NU dan PKB. Menurutnya, langkah-langkah yang diambil merupakan bagian dari proses organisasi yang berlandaskan pada sejarah, yang menjelaskan latar belakang pembentukan PKB itu sendiri.
"Dari aspirasi para kiai dari seluruh penjuru Indonesia yang sebelumnya berkumpul di beberapa lokasi seperti Langitan di Jawa Timur, Rembang di Jawa Tengah, dan Buntet di Jawa Barat, mereka menyampaikan keinginannya kepada PBNU untuk mendirikan partai," jelasnya. Aspirasi tersebut akhirnya ditindaklanjuti oleh PBNU melalui pembentukan Tim 5 yang dipimpin oleh KH Ma'ruf Amin. Tim ini bertugas merumuskan konsep yang mengarah kepada pendirian PKB, yang kemudian dideklarasikan oleh pengurus besar dengan figur-figur penting seperti KH Ilyas Ruchiyat, KH Muchith Muzadi, KH Bisri Mustofa, dan KH Abdurrahman Wahid sebagai deklarator.
KH Anwar juga menekankan bahwa pada waktu itu, PBNU memberikan instruksi kepada Pengurus Wilayah NU (PWNU) dan seluruh pimpinan cabang untuk mendukung pembentukan PKB di seluruh Indonesia. Partai tersebut dilengkapi dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta nilai-nilai moral yang kuat.
"Dari keterangan yang saya sampaikan, dapat diartikan sebagai penegasan akan realitas bahwa hubungan antara NU dan PKB adalah hubungan historis, organisatoris, dan ideologis. Jika ada pendapat yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara PKB dan NU, itu akan menjadi pernyataan yang tidak berdasar pada fakta sejarah dan kehidupan," ujarnya.
Saat ini, ia menegaskan bahwa telah terjadi penyimpangan yang jelas, yakni hilangnya peran kepemimpinan ulama yang dahulu diamanatkan oleh para pendiri. "Akibatnya, peran ulama dalam proses pengambilan keputusan strategis dalam partai mengalami pengikisan. Banyak keputusan kini diambil oleh ketua umum tanpa melibatkan perspektif ulama, yang merupakan penyimpangan yang tidak seharusnya terjadi. Asas dibentuknya PKB adalah untuk menyediakan wadah bagi para ulama dalam menyalurkan aspirasi politik mereka," tambahnya.
ANTARA
PBNU Desak PKB Kembalikan Kepemimpinan Ulama dalam Partai
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







