JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan komitmennya untuk meneruskan program yang telah dijalankan oleh pendahulunya, Arifin Tasrif. Ia menegaskan, "Saya akan melanjutkan apa yang telah dilakukan oleh Pak Arifin secara baik dan penuh rasa tanggung jawab." Dalam sambutannya pada kegiatan Serah Terima Jabatan Menteri ESDM Kabinet Indonesia Maju untuk sisa masa jabatan periode 2019-2024, Bahlil menyatakan bahwa meskipun masa jabatannya hanya sekitar dua bulan lagi, fokus utamanya adalah mempercepat pelaksanaan program-program yang sudah ada. Untuk mendukung hal ini, ia meminta agar semua direktur jenderal (dirjen) di Kementerian ESDM berkantor dalam satu ruang agar proses pengambilan keputusan dapat dilaksanakan dengan lebih cepat dan efisien. Bahlil menekankan urgensi untuk bekerja secara intensif, bahkan menyatakan, "Kita akan rapat sampai malam di sini, untuk memitigasi persoalan ini agar bisa melakukan percepatan." Ia menambahkan bahwa setiap langkah yang diambil akan berada dalam koridor yang telah ditetapkan oleh Arifin, yang dianggapnya sebagai mentor dan kolega yang baik. Lebih jauh, Bahlil menegaskan bahwa Ia tidak hanya mengisi posisi Arifin, melainkan juga akan meneruskan "roh" kepemimpinan sang mantan menteri hingga akhir masa jabatan kabinet pada Oktober 2024. Dalam kesempatan tersebut, ia juga meminta dukungan penuh dari seluruh staf serta senior di Kementerian ESDM agar proses transisi dapat berjalan dengan lancar dan bertahan. Dalam sambutannya, Bahlil menyebutkan pentingnya hubungan pribadinya dengan Arifin Tasrif, yang ia gambarkan sangat erat, bahkan diibaratkan seperti hubungan antara saudara. Ia mencurahkan rasa syukur atas kedekatan yang terjalin selama bekerja sama sejak awal Kabinet Indonesia Maju pada tahun 2019. Sebagai menteri yang baru, Bahlil menyadari bahwa waktu jabatannya cukup singkat, dan menunjukkan kerendahan hati dengan berkata bahwa tidak ada yang dapat dipastikan untuk masa depan. Namun, dia berkomitmen untuk bekerja sama dengan seluruh elemen di Kementerian ESDM dalam menjaga dan meningkatkan program yang ada. Dalam upaya menjaga stabilitas, Bahlil mengingatkan staf untuk tetap berpegang pada prosedur yang ada dan menghindari tindakan yang tidak sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan. Fokus utama Bahlil juga ditujukan pada masalah sisa produksi minyak yang rendah serta tingginya impor gas LPG. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Kementerian ESDM dan pemangku kepentingan lainnya untuk mencari solusi yang efektif bagi tantangan ini. Sementara itu, mantan Menteri ESDM, Arifin Tasrif, menegaskan bahwa bersama dengan jajaran Kementerian ESDM, mereka telah menyiapkan dokumen strategis yang terkait dengan program-program di sektor ESDM. Ia berharap dokumen tersebut akan menjadi alat untuk meningkatkan kesinambungan dalam pengambilan keputusan di bawah kepemimpinan Menteri ESDM yang baru. Dalam pesan akhir, Arifin menyerukan jajaran Kementerian ESDM untuk mengerahkan segala potensi untuk kemajuan kementerian di masa mendatang. Ia juga menyampaikan berbagai tantangan yang harus dihadapi, termasuk optimalisasi cadangan migas dan potensi mineral, serta pentingnya perbaikan daya saing dan infrastruktur energi. Arifin menjelaskan, terkait dengan penurunan produksi minyak, langkah-langkah strategis seperti penemuan sumber-sumber migas baru dan optimasi sumur yang ada telah diambil. Ia juga menekankan perlunya kebijakan yang menarik bagi investasi di sektor hulu migas dan meningkatkan efisiensi untuk mengurangi beban subsidi. "Harapan saya, seluruh jajaran di Kementerian ESDM bisa memberikan dukungan sepenuh hati, memaksimalkan semua sumber daya yang ada agar kementerian yang kita cintai ini semakin maju dan berprestasi di masa depan," ungkap Arifin. ANTARA