JAKARTA –
**Borneonews - Istanbul**, Presiden Kolombia, Gustavo Petro, baru-baru ini mengumumkan bahwa negara yang dipimpinnya resmi menghentikan semua ekspor batu bara ke Israel. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap pemanfaatan batu bara tersebut dalam pembuatan senjata yang digunakan untuk menyerang warga Palestina di Gaza. Dalam pernyataannya di platform *X*, Petro menyampaikan, "Batu bara Kolombia digunakan untuk menciptakan bom yang mengakibatkan kematian anak-anak Palestina." Pernyataan ini menjadi sorotan mengingat konflik yang semakin meningkat sejak dimulainya serangan Israel di Gaza pada 7 Oktober 2023. Keputusan penghentian ekspor ini ditandatangani oleh Presiden Petro bersama dengan menteri-menteri kabinet yang bersangkutan, termasuk menteri luar negeri, keuangan, pertambangan, dan perdagangan. Penghentian ini dijadwalkan untuk mulai berlaku lima hari setelah diumumkan secara resmi dalam lembaran negara. Untuk diketahui, Israel merupakan tujuan ekspor batu bara Kolombia yang menyumbang sekitar lima persen dari total produksi batu bara negara tersebut. Selain langkah ini, Kolombia juga mengambil keputusan untuk menangguhkan hubungan diplomatik dengan Israel, yang diumumkan pada bulan Mei lalu, sebagai bentuk protes terhadap serangan yang terus berlanjut di Gaza. *Referensi:* Anadolu-OANA ANTARA