**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menegaskan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan kini difokuskan pada upaya pencegahan di tingkat lapangan. Hal ini meliputi pelaporan mengenai titik panas atau *hotspot* serta titik api yang dikenal dengan istilah *firespot*.
Sekretaris Jenderal KLHK, Bambang Hendroyono, menyatakan bahwa hal yang paling krusial di lapangan adalah kemampuan untuk terus menerus melaporkan keberadaan *hotspot* dan *firespot*. Ia mengungkapkan pernyataan tersebut setelah menghadiri acara di kantor KLHK di Jakarta.
Bambang juga menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait. Rapat koordinasi untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan yang direncanakan untuk tahun 2024 telah dilaksanakan pada bulan Maret yang lalu.
Sebagai langkah penanganan, pemerintah berupaya mengimplementasikan strategi pencegahan, pemadaman, serta pemulihan lahan yang sebelumnya terbakar, terutama di wilayah ekosistem gambut. Penanganan ini diharapkan dapat berjalan efektif melalui dukungan dan koordinasi dari pemerintah daerah setempat.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa tantangan yang muncul di lapangan akan selalu dipantau, dibahas, dan dikomunikasikan secara aktif. Ini termasuk upaya penerapan teknologi modifikasi cuaca yang saat ini terus dilakukan untuk mendukung pencegahan kebakaran.
Bambang menegaskan bahwa sejauh ini penanganan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia telah berjalan dengan baik, termasuk di wilayah yang dianggap rawan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga memastikan bahwa operasi pengendalian kebakaran di enam provinsi prioritas akan terus dilakukan hingga bulan November 2024.
Operasi ini dilanjutkan seiring dengan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa fenomena *La Niña* akan mulai berpengaruh terhadap Indonesia pada bulan Agustus 2024, dengan diperkirakan adanya peningkatan curah hujan di beberapa daerah.
Berdasarkan data yang diperoleh dari sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan yang dikelola oleh SiPongi KLHK, telah tercatat seluas 105.539 hektare lahan yang terbakar hingga saat ini pada tahun 2024. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan total 1,16 juta hektare lahan yang terbakar pada tahun lalu.
ANTARA
Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan Jadi Fokus Utama KLHK
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Lewis Hamilton Tercepat dalam Sesi Latihan Bebas GP Amerika Serikat
Timnas Indonesia U15 Menang Telak atas Fiji, Hariri dan Dicky Dua Gol
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







