JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kunjungan Presiden Mahmoud Abbas ke Jalur Gaza menegaskan statusnya sebagai pemimpin seluruh rakyat Palestina. Hal ini diungkapkan oleh Penasihat Presiden Palestina untuk Urusan Luar Negeri, Riyad al-Maliki, dalam sebuah konferensi pers di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Al-Maliki menjelaskan bahwa kepemimpinan Abbas meliputi bukan hanya Tepi Barat, tetapi juga Yerusalem Timur dan Jalur Gaza. Setelah memberikan penghargaan nasional Palestina yang bertajuk *Star of Merit of the Order of the State of Palestine* kepada Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, Al-Maliki menekankan betapa pentingnya bagi Abbas untuk selalu bersolidaritas dengan rakyat Gaza di saat mereka menghadapi penindasan dari pihak Israel. Lebih lanjut, Al-Maliki menyampaikan bahwa Abbas telah mengundang Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, serta para pemimpin negara-negara Arab dan Muslim untuk turut melakukan kunjungan ke Gaza. Namun, ia mengingatkan bahwa kepastian mengenai waktu kunjungan tersebut masih tergantung pada kondisi keamanan dan kolaborasi antara semua pihak, termasuk Israel, selama kunjungan berlangsung. Al-Maliki juga mencatat bahwa Israel belum menunjukkan kesediaan untuk menjamin keamanan Abbas dan delegasi lainnya yang berencana berkunjung ke Gaza. Ia menekankan bahwa keputusan selanjutnya sangat tergantung kepada Dewan Keamanan PBB dan Sekjen PBB untuk mengambil tindakan terkait sikap Israel. Tuntutan akan jaminan keamanan ini kian mendesak, terutama mengingat bahwa Israel tidak ragu untuk menghabisi nyawa para pemimpin Palestina, seperti yang terjadi pada Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, pada 31 Juli 2024. Di hadapan Majelis Nasional Turki pada 15 Agustus 2024, Presiden Mahmoud Abbas menyatakan rencananya untuk mengunjungi Jalur Gaza bersamaan dengan anggota kepemimpinan Palestina lainnya. Ia juga mengungkapkan niatnya untuk mengunjungi Yerusalem Timur, yang diakui oleh komunitas internasional sebagai Ibu Kota Palestina, setelah kunjungannya ke Gaza. Sebagai bagian dari persiapannya, Abbas mendesak komunitas internasional, termasuk PBB, untuk memastikan keselamatan delegasi selama kunjungan tersebut. ANTARA