PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Hingga pekan ketiga bulan Agustus 2023, tercatat 93 kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di Kota Palangka Raya. Angka ini menunjukkan  kejadian yang cukup signifikan di kota tersebut.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, mengungkapkan bahwa dari 93 kejadian itu, Kecamatan Jekan Raya menjadi titik terpanas dengan 62 kejadian. Disusul oleh Kecamatan Sebangau dengan 15 kejadian, Pahandut dengan 10 kejadian, Bukit Batu dengan 3 kejadian, dan Rakumpit dengan 0 kejadian.

Total luas lahan yang terbakar akibat Karhutla di Palangka Raya mencapai 30,16 hektare. Dengan adanya luas lahan yang terbakar, ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

"Peningkatan kejadian Karhutla ini harus menjadi perhatian serius kita semua, masyarakat harus lebih proaktif dalam mencegah kebakaran, terutama di musim kemarau seperti saat ini." katanya, Senin, 19 Agustus 2024.

BPBD Palangka Raya terus melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla, seperti patroli rutin, sosialisasi kepada masyarakat, dan penyediaan peralatan pemadam kebakaran. Namun, upaya ini tidak akan efektif tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.

--page

"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya Karhutla, mari kita bersama-sama untuk menciptakan Palangka Raya yang aman dan bebas dari bencana kebakaran." pungkasnya. (PATHUR/Y)